BBC

Perempuan Thailand tolak anjuran berpakaian sopan saat perayaan Songkran

Seorang model Thailand pernah mengalami pelecehan saat perayaan Songkran yang diwarnai dengan saling silam air dan seorang pejabat 'menuding'

Banyak orang kembali mengingat pengalaman model Cindy Sirinya Bishop, ketika seorang pejabat pemerintah Thailand meminta agar para perempuan memperhatikan pakaian mereka guna mencegah pelecehan saat perayaan Songkran atau festival air.

Warga Amerika-Thailand itu masih baru berumur 17 tahun ketika dilecehkan saat perayaan Tahun Baru. Dia mengenakan t-shirt hitam longgar dengan celana pendek dan dikerubungi lima pria saat terpisah dari teman-temannya.

"Mereka mengelilingi saya dan berusaha meraba. Saya langsung lari dan berhasil menjauh dari mereka. Sejak saat itu saya tidak pernah ke Songkran," katanya kepada BBC.

Perayaan tiga hari yang dimulai Jumat (13/04) tersebut diramaikan dengan saling menyiram air, sebagai cerminan upaya pembersihan dari ketidakberuntungan tahun sebelumnya.

Bulan lalu, Sutthipong Chulcharoen, direktorat jenderal pemerintah setempat Thailand, mendorong perempuan agar berpakaian dengan sopan untuk mencegah kejahatan seksual selama pesta air.

Cindy kemudian menjawab saran itu dengan menerbitkan sejumlah klip di Instagram bertagar #DontTellMeHowToDress (#JanganAjariSayaBagaimanaBerpakaian) serta #TellMenToRespect (#AjariPriaUntukMenghormati), dan ternyata banyak yang berperasaaan sama dengan dia.

Model berusia 39 tahun itu mengatakan bahwa tagar tersebut menentang 'pemikiran bahwa perempuan yang bersalah saat terjadi pelecehan seksual'.

Bukan hanya saat Songkran

Tidak lama setelah tagar itu beredar, banyak perempuan lain yang berbagi pengalamannya.

"Saya pergi dengan seorang teman dan sepupu perempuan (saat Songkran) mengenakan atasan leher tertutup, celana panjang dan sweater karena saya mudah merasa kedinginan," kata seorang pengguna Twitter.

Setelah kehilangan teman-temannya, dia segera dikerubungi sekelompok laki-laki.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help