Deutsche Welle

Uni Eropa Rancang Strategi Tangani Konflik Suriah

Soal konflik Suriah, Jerman ingin cari format perundingan lain. Perancis ingin bertahan, namun Amerika ingin pulangkan pasukan secepatnya.…

Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier membela diri atas kurangnya partisipasi Jerman dalam serangan militer di Suriah akhir minggu lalu. Altmaier, mengatakan kepada media Jerman, Bild bahwa "hanya karena kita tidak melakukan serangan udara sendiri, tidak berarti bahwa kita 'berada di luar!“. Disebutkannya,"Kami membangun solidaritas dengan Barat, tetapi punya misi berbeda, misalnya dalam melatih pasukan Peshmerga Kurdi,"

Kanselir Jerman, Angela Merkel sendiri mengatakan pada hari Sabtu (14/04) bahwa dia mendukung serangan terhadap Suriah yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis, dan menyebut serangan tersebut sebagai hal yang "diperlukan dan tepat", untuk menghalangi potensi penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah.

Serangan udara itu diluncurkan AS, Perancis dan Inggris sebagai reaksi terhadap dugaan pemakaian bahan kimia dalam serangan di dekat ibu kota Damaskus pada tanggal 7 April silam. Serangan sekutu Barat itu menargetkan program senjata kimia pemerintah Suriah. Suriah dan Rusia telah berulang kali membantah tuduhan itu.

Baca juga:

AS, Inggris dan Perancis Luncurkan Serangan untuk Lumpuhkan Senjata Kimia Suriah

Uni Eropa ingin hidupkan proses perdamaian

Uni Eropa mengatakan ingin menghidupkan kembali proses perdamaian politik untuk memecahkan konflik Suriah. "Sepertinya sangat jelas bahwa ada kebutuhan untuk memberikan dorongan meluncurkan kembali proses politik yang dipimpin PBB pada saat ini, " demikian dikatakan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini sebelum pertemuan tingkat menteri Uni Eropa pada hari Senin (16/054).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas berbicara pada akhir pekan, Jerman mencari "format lain" untuk digelarnya dialog di tengah kebuntuan soal konflik Suriah di PBB. Dewan Keamanan PBB hanya mampu membuat kemajuan yang terbatas dalam menangani konflik sebagian karena oposisi Rusia, yang merupakan sekutu dari pemerintah Suriah.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menekankan bahwa "konflik ini tidak dapat diselesaikan tanpa Rusia," seraya menambahkan bahwa dia menginginkan sebuah "kontribusi konstruktif" dari negara itu.

Sementara, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa serangan udara itu "sepenuhnya hal yang benar untuk dilakukan." Ditambahkannya, "Sangat penting untuk menekankan ini bukan upaya untuk mengubah mengubah rezim atau menyingkirkan Presiden Bashar al-Assad, tapi dunia mengatakan bahwa kita sudah cukup menggunakan senjata kimia."

Para menteri luar negeri Uni Eropa bertemu saat AS bersiap untuk memaksakan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia, sekutu utama al-Assad, sebagai bagian dari responnya terhadap serangan kimia yang dicurigai. Perancis juga mengusulkan resolusi PBB yang komprehensif untuk menyerukan awal baru untuk negosiasi politik.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved