Perang di Suriah

Warga Amerika Gelar Protes Serangan Udara ke Suriah

Serangan udara itu digelar setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat (13/4/2018) malam akhirnya memerintahkan serangan terhadap Suriah.

Warga Amerika Gelar Protes Serangan Udara ke Suriah
montase berbagai sumber
Donald Trump, memberi instruksi serangan ke Suriah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ribuan warga Amerika Serikat turun ke jalan untuk menentang serangan AS dan sekutunya, Inggris dan Perancis terhadap Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar Al-Assad.

Hingga saat ini, setidaknya sudah ada delapan kota yang menggelar aksi demo tersebut. Demo itu digencarkan di Los Angeles dan San Francisco pada Sabtu (14/4/2018). 

Sementara itu, demo di kota New York, Atlanta, Minneapolis, Chicago, Oakland dan Washington, DC pada Minggu (15/4/2018).

Sebagaimana dilansir PressTV, Senin (16/4/2018), para demostran berkumpul di depan kediaman Senator Demokrat Dianne Feinstein dan Pemimpin Minoritas DPR AS, Nancy Pelosi di San Francisco.

"Kami ingin Feinstein dan Pelosi menentang pemboman dan perang yang terus berlanjut,” kata Eleanor Levine, penyelenggara kelompok anti-perang Code Pink Women for Peace di Los Angeles.

"Permintaan kami adalah untuk menarik pasukan militer dari AS karena kita tidak memiliki hak untuk itu," imbuhnya.

Para demonstran menyuarakan perdamaian dan penolakan atas kebijakan intervensi AS.

Sebagaimana diketahui, AS, Inggris dan Prancis meluncurkan serangan udara ke Suriah sebagai respons atas dugaan penggunaan senjata kimia di kota Douma pada 7 April lalu.

Serangan udara itu digelar setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat (13/4/2018) malam akhirnya memerintahkan serangan terhadap Suriah.

Serangan udara ini digelar sepekan setelah militer Suriah diduga melakukan serangan senjata kimia terhadap kota Douma, yang terletak 10 kilometer dari Damaskus.

Serangan koalisi ini digelar beberapa jam sebelum tim dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dijadwalkan datang ke kota Douma untuk melakukan investigasi.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help