PM Abe dan Presiden AS Setuju Menekan Korut Agar Selesaikan Masalah Penculikan Warga Jepang

Abe juga menyatakan berharap agar pertemuan bersama beberapa negara antara lain Jepang, AS, Korut, dan China bisa dilakukan kembali

PM Abe dan Presiden AS Setuju Menekan Korut Agar Selesaikan Masalah Penculikan Warga Jepang
Richard Susilo
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) dalam jumpa pers Kamis pagi ini (19/4/2018) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Presiden AS Donald Trump dan PM Jepang Shinzo Abe dalam jumpa persnya pagi ini (19/4/2018) menekankan sepakat bersama akan menekan Korea Utara (Korut) agar segera mengembalikan korban warga Jepang yang diculik Korut serta meminta Korut agar mengikuti semua ketentuan internasional agar bisa diterima masyarakat internasional dalam rencana pembicaraan Mei 2018 antara kepala negara AS dan Korut.

"Kami sepakat dan ingin agar Korut segera mengembalikan para korban penculikan yang dilakukan mereka sebagai upaya mencapai perdamaian bagi masyarakat dunia," papar Abe dalam jumpa persnya dengan Trump pagi ini.

Abe juga menyatakan berharap agar pertemuan bersama beberapa negara antara lain Jepang, AS, Korut, dan China bisa dilakukan kembali agar Korut bisa tetap berada dan mengikuti segala ketentuan internasional yang ada.

"Kita harus percaya dengan keinginan kedua kepala negara tersebut karena semua itu tampaknya untuk kepentingan masyarakat dunia dan sesuai ketentuan internasional yang ada," papar Megumi Kaneko, mantan anggota parlemen Jepang dari partai liberal (LDP) pagi ini.

Untuk hal tersebut kedua kepala negara juga sepakat meminta Korut menghentikan uji coba nuklirnya sebagai syarat apabila pembatasan perdagangan dengan Korut ingin dibebaskan kembali baik baja, aluminium, minyak dan sebagainya.

Abe juga mengerti besarnya beban Jepang terhadap pembiayaan militer AS di Jepang.

"Militer AS di Jepang memiliki signifikansi besar dalam hal keamanan, perdamaian, dan stabilitas Jepang di kawasan Timur Jauh, dan strategi penempatan militer Amerika di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu Presiden Trump juga menyadari fakta bahwa persentase tertinggi dunia ditanggung oleh biaya penempatan militer AS," paparnya lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help