Hati-Hati Sindikat Tenaga Kerja ke Jepang Iming-iming Penghasilan 20 Jutaan Per Bulan

Menurutnya, sistem cara kerja mereka yaitu ada bagian cari orang (mangsa) bagi yang mau kerja.

Hati-Hati Sindikat Tenaga Kerja ke Jepang Iming-iming Penghasilan 20 Jutaan Per Bulan
Richard Susilo
Agus Karianto korban penipuan calo tenaga kerja yang telah mengirimkan laporannya ke Presiden Indonesia 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Sindikat tenaga kerja Indonesia ke Jepang semakin merajalela. Bukan hanya memberikan iming-iming 20 juta rupiah per bulan sedikitnya, juga menyediakan berbagai kartu identifikasi palsu Jepang.

"Kasus Penipuan kerja luar negeri di Jepang.Hati-hati kalau ada ajakan orang ini yang bernama Hendi dengan iming-iming kerja resmi di Pabrikan, Katanya ada visa kerja, per bulan katanya penghasilan minimal 20 jutaan dan lain sebagai nya. Tidak ada dan bohong semua nya," ungkap Agus Karianto  baru-baru ini yang juga menuliskan dan mengirimkan laporannya ke Presiden Indonesia.

Kasus Agus 4 Maret 2018 bersama dua kawannya (jumlah 3 orang termasuk Agus) dan saat ini sudah kembali lagi ke Indonesia.

 "Sampai di Jepang sana, uang kita  akan diperas satu persatu oleh komplotan mereka (dalam bahasa saya Lingkaran Setan)."

Menurutnya, sistem cara kerja mereka yaitu  ada bagian cari orang (mangsa)  bagi yang mau kerja.

"Orang tersebut akan meminta uang sebagian seblum berangkat ke Jepang dengan alasan bayar broker butuh uang urus cari kerjaan nanti nya."

Broker penampung kedua akan minta uang buat tampung makan dan cari kerjaan. Tetapi setelah di bayar akan dilempar lagi ke Penampung lain.

"Penampung lain ini akan pura-pura bego,Seolah-olah dia tidak menjanjikan apa-apa kepada kami,
Jadi kalau masalah kerjaan silahkan cari ke Broker Penampung sebelumnya."

Apabila menanyakan ke penampung sebelumnya maka dia juga akan pura-pura bego.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help