Turis Indonesia ke Jepang Selama Maret 2018 Menurun 10% Tapi Turis Jepang Ke Luar Negeri Naik 3,5%

Penurunan jumlah turis Indonesia ke Jepang selama Maret 2018 cukup mengagetkan juga

Turis Indonesia ke Jepang Selama Maret 2018 Menurun 10% Tapi Turis Jepang Ke Luar Negeri Naik 3,5%
Richard Susilo
Wisatawan Indonesia berpose dengan latar belakang Sky Tree di Asakusa Tokyo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Jumlah turis Indonesia pertama kali turun jumlahnya (minus 10%) pada bulan Maret 2018 ini dibandingkan bulan Januari dan Februari yang terus meningkat jumlahnya dibandingkan bulan yang sama tahun 2017.

"Walaupun per bulan Maret 2018 jumlah turis Indonesia menurun 10% dibandingkan Maret 2017, namun secara tiga bulanan, Januari hingga Maret 2018, jumlah turis Indonesia ke Jepang masih meningkat 9,1% dibandingkan Januari-Maret 2017," papar sumber Tribunnews.com Selasa ini (24/4/2018).

Penurunan jumlah turis Indonesia ke Jepang selama Maret 2018 cukup mengagetkan juga karena upaya Jepang telah membuat promosi pariwisata ke Jepang dilakukan di 19 kota yang ada di Indonesia dianggapnya cukup sukses namun kenyataan jumlah turis selama Maret 2018 malah berkurang 10% dibandingkan Maret 2017.

Sementara jumlah turis Jepang yang ke luar negeri selama Maret 2018 mengalami kenaikan 3,5% menjadi 1,8 juta lebih turis Jepang ke berbagai negara termasuk ke Indonesia.

Jumlah turis Indonesia ke Jepang selama Maret 2018 sebanyak 32.400 orang dan selama Januari smapai dengan Maret 2018 sebanyak 83.400 orang yang ke Jepang.

Pencatatan jumlah turis ini berdasarkan catatan yang masuk ke imigrasi Jepang pula, sehingga penolakan masuk warga asing ke Jepang tidak masuk, dan tidak dianggap masuk ke Jepang.

Penolakan warga Indonesia ke Jepang sangat banyak sekali saat ini oleh imigrasi Jepang meskipun sudah mendapat visa sekali pun ada yang tetap ditolak masuk ke Jepang karena dicurigai akan menjadi ilegal nantinya.

"Yang pasti pengajuan visa suaka (namin) dari warga Indonesia tidak akan dikabulkan oleh imigrasi Jepang. Jadi kalau ada semacam calo yang menawarkan visa namin sebaiknya ditolak saja," papar sumber Tribunnews.com.

Cukup banyak ilegal Indonesia di Jepang mencapai ribuan saat ini termasuk yang tahun lalu mengajukan visa suaka mencapai sekitar 1800 orang sehingga semakin banyak kini penolakan visa WNI yang ingin ke Jepang dampak dari banyaknya pengajuan visa (namin) maupun visa turis (dengan pemegang paspor dicurigai) yang ditolak tersebut.

"Hal-hal itu diperkirakan sebagai salah satu penyebab turun nya jumlah turis Indonesia ke Jepang pula," lanjutnya lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help