Kasus Seks Artis Jepang Yamaguchi Pertanda Hubungan Kantor Bisnis Hiburan Melemah Dengan Yakuza?

Saya mengakui perbuatan saya terhadap gadis pelajar itu dan saya minta maaf sedalamnya

Kasus Seks Artis Jepang Yamaguchi Pertanda Hubungan Kantor Bisnis Hiburan Melemah Dengan Yakuza?
Richard Susilo
Artis penyanyi Tokio, Tatsuya Yamaguchi (46) saat jumpa pers siang ini (26/4/2018) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Artis penyanyi Tokio, Tatsuya Yamaguchi sambil menangis mengakui dan menjelaskan perbuatannya yang tidak senonoh dilakukan 12 Februari 2018 terhadap pelajar SMA Jepang di rumahnya.

"Saya mengakui perbuatan saya terhadap gadis pelajar itu dan saya minta maaf sedalamnya. Hal ini saya jelaskan kepada polisi semua dalam pemeriksaan polisi sekitar 10 jam," papar Yamaguchi Kamis ini (26/4/2018).

Seorang gadis pelajar SMA diakuinya dipanggil ke rumahnya di Tokyo Minato-ku pada tanggal 12 Februari 2018. Yamaguchi mencium dan menggerayanginya setelah minum minuman beralkohol.

 "Saya bertemu gadis itu melalui pekerjaan dan memanggilnya untuk sama-sama minum di rumahnya," kata musisi dan selebriti televisi Jepang itu.

Akibat kasus ini, sebuah program untuk pemuda yang akan disiarkan oleh NHK,  telah dibatalkan pertunjukan untuk hari Rabu dan Kamis. Demikian pula  menghentikan distribusi lewat internet dari episode sebelumnya di situs video-on-demand.

"Setelah kasus 12 Februari tersebut, sang gadis tampak kebingungan mungkin selama sebulan lalu melaporkan kepada polisi dan polisi memanggil serta menginterogasi saya akhir Maret 2018," ungkapnya lagi.

Yamaguchi berada di bawah bendera perusahaan bisnis hiburan  Johnny's Entertainment (biasa disebut Janis).

"Biasanya perusahaan koordinator artis hiburan dekat dengan kelompok mafia Jepang (yakuza). Namun kali ini kelihatan pengaruh dan hubungan kedua pihak baik perusahaan hiburan dan yakuza melemah sehingga kasus ini muncul ke permukaan ke masyarakat," papar sumber Tribunnews.com Kamis ini (26/4/2018).

Diperkirakan karena cari uang sulit saat ini pihak Yakuza kemungkinan mencari dan meminta uang besar dari bisnis hiburan, dan ada kemungkinan pula persaingan usah adari pengusaha hiburan lain untuk menjatuhkan Janis yang menyimpan banyak artis terkenal Jepang.

"Yang pasti uang bagi yakuza sangat penting, siapa yang memberikan uang terbanyak pada yakuza dia akan menjaga bisnis tersebut. Kali ini uang "setoran" nya mungkin kurang sehingga kasus ini muncul ke permukaan, atau bis apula untuk menjatuhkan dan menjelekkan Janis lebih lanjut oleh saingannya. Yang pasti kekuatan Janis tampak melemah saat ini," tambahnya.

Yamaguchi sendiri tahun 2011 pernah berurusan dengan polisi, ditangkap karena menyetir mobil tanpa menggunakan SIM yang saat itu SIM nya memang sedang disita pihak kepolisian karena kasus lalu lintas juga.

Benarkah persaingan dunia bisnis hiburan semakin tajam di Jepang? Sementara Yakuza yang biasanya mem back-up mereka tinggal memilih siapa yang memberikan banyak uang kepada kelompok sindikat kejahatan Jepang tersebut. Pihak ketiga yang pasti diuntungkan akibat persaingan dunia usaha.

"Ada kemungkinan setelah kasus Yamagucgi ini akan muncul kasus artis Jepang terkenal lainnya lagi muncul ke permukaan, kalau yakuza tak diberikan cukup uang menjaga para artis tersebut," tambah sumber itu lagi.

Info lengkap yakuza dapat dibaca www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help