Penyelundupan Daging ke Jepang Meningkat 10 Kali Lipat

Sepanjang tahun 2017 ditemukan sebanyak 95.000 kasus produk ternak seperti daging yang dibawa dari bagasi penumpang pesawat ke Jepang.

Penyelundupan Daging ke Jepang Meningkat 10 Kali Lipat
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Daging yang disita petugas bandara internasional 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sepanjang tahun 2017 ditemukan sebanyak 95.000 kasus produk ternak seperti daging yang dibawa dari bagasi penumpang pesawat ke Jepang.

Jumlah ini lebih besar empat kali lipat dibandingkan 10 tahun yang lalu.

"Kasus membawa daging dan makanan yang dilarang karantina Jepang semakin banyak sehingga semakin besar masuknya penyakit dari luar negeri. Dan untuk itu kami akan memperketat pengawasan di semua bandara di Jepang, meningkatkan kewaspadaan dengan segala cara menyongsong Olimpiade 2020 juga," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (5/5/2018).

Baca: Keluarga dan Warga Kaget, Jenazahnya Hendak Disalatkan Tiba-tiba Suharto Pulang ke Rumah

Jumlah produk ternak yang ditemukan seperti daging yang dilarang untuk dibawa di bagasi penumpang telah melonjak lebih dari 94.700 kasus selama tahun 2017, meningkat 4 kali lipat dibandingkan 10 tahun lalu.

Menurut catatan data penyitaan, lebih dari 41 ribu kasus dari China, sekitar 44 persen dari total keseluruhan.

Kemudian diikuti oleh 13 ribu kasus dari Vietnam dan 8 ribu kasus dari Filipina.

Baca: Mahfud MD Blokir Follower Akun Twitter yang Mengajaknya Bertengkar

Berdasarkan item, dalam data Otoshi (yang disita), daging yang paling banyak diproses seperti daging yang menggunakan daging matang sekitar 27 persen dari total.

Kemudian sosis sekitar 20 persen, makanan olahan ayam dan ayam sekitar 17 persen.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help