BBC

Pengakuan kaum muda Turki yang meninggalkan Islam dan menjadi ateis

Sejumlah kaum muda Turki secara diam-diam meninggalkan iman mereka sebagai muslim, dan mulai menganut ateisme dan deisme.

"Ini adalah satu-satunya hal yang menghubungkan saya dengan Islam," kata Meve, sambil menunjuk ke arah kerudung merahnya.

Merve mengajar agama kepada murid-murid sekolah dasar di Turki. Dulu dia sempat menjadi penganut yang sangat konservatif.

"Saya bahkan tidak berjabat tangan dengan pria," ujarnya di sebuah kafe di Istanbul.

"Tapi sekarang saya tidak tahu apakah ada Tuhan atau tidak, dan saya benar-benar tidak peduli," sambungnya.

Selama 16 tahun masa kekuasaan partainya Presiden Recep Tayyip Erdogan berkuasa, jumlah madrasah di seantero Turki telah meningkat lebih dari 10 kali lipat.

Berulang kali dia menegaskan pentingnya menumbuhkan generasi yang taat beragama.

Namun, beberapa pekan terakhir, politisi dan sejumlah ulama mendiskusikan apakah kaum muda yang taat beragama telah menjauh dari agama.

Topik ini amat mengena bagi Merve.

Suatu hari, hidup Merve berubah setelah bangun dari tidur. Saat itu, dia merasa sangat depresi dan menangis selama berjam-jam. Dia kemudian memutuskan untuk salat.

Selagi dia bersembahyang, dia kaget ketiak menyadari bahwa dia meragukan keberadaan Tuhan.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help