Staf Kereta Api Bawah Tanah Perkosa Wanita, CEO Tokyo Subways Minta Maaf

Polisi Metropolitan Tokyo menangkap seorang pekerja operator kereta bawah tanah Tokyo Metro dan seorang pria lain atas tuduhan perkosaan.

Staf Kereta Api Bawah Tanah Perkosa Wanita, CEO Tokyo Subways Minta Maaf
Asahi
Staf perusahaan kereta api bawah tanah Tokyo, Metro Ken Nemoto (kiri) dan Takuya Habu (kanan). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Polisi Metropolitan Tokyo, Rabu (9/5/2018) menangkap seorang pekerja operator kereta bawah tanah Tokyo Metro dan seorang pria lain atas tuduhan perkosaan secara kelompok seorang wanita di sebuah tempat tinggal di Shinjuku tahun lalu.

"Salah satu pemerkosa adalah staf kami dan kami minta maaf sedalamnya atas hal yang sangat tidak pantas ini yang kini sedang dalam pengusutan pihak kepolisian," ungkap CEO Tokyo Metro dalam permintaan tertulisnya kepada pers Jepang.

Kejadian pada tanggal 31 Juli 2017, Ken Nemoto (27) dan Takuya Habu, seorang karyawan perusahaan berusia 33 tahun yang tinggal di Minato Tokyo, membujuk seorang model berusia 26 tahun, untuk minum vodka dalam jumlah besar di kediaman tersebut.

Baca: Jadi Korban Penyanderaan Napi Teroris, Iptu Sulastri Didoakan Cepat Sembuh

Setelah dia tidak sadarkan diri, kedua lelaki itu diduga telah melecehkannya secara seksual.

Nemoto, yang dituduh melakukan hubungan intim dengan paksa, mengakui tuduhan itu.

Namun, Habu membantah tuduhan itu, mengatakan kepada Kantor Polisi Shinjuku bahwa "telah ada persetujuan dari wanitanya."

Menurut polisi, para tersangka bertemu satu sama lain di "sekolah nampa," di mana siswa diajarkan teknik untuk menjemput lalu mengencani wanita.

Tempat tinggal di mana insiden terjadi berada di bawah kendali manajemen sekolah.

Baca: Polrestabes Bandung Tembak Mati Riko, Pelaku Pencurian Bermodus Pecah Kaca Mobil

Ketika korban tiba di kediaman tersebut, sang wanita bersama teman kerjanya, seorang wanita.

Tetapi kemudian temannya pergi, dan wanita itu akhirnya ditemani hanya oleh kedua tersangka.

Wanita itu melaporkan perkosaan tersebut kepada polisi, dan setelah polisi melakukan penyelidikan beserta pengumpulan data kuat dan lengkap, barulah kemarin dilakukan penangkapan kepada kedua tersangka.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help