Bom di Surabaya

Media Jepang Ramai Memberitakan Teror Bom di Surabaya yang Tewaskan 13 Orang

Semua media besar di Jepang ramai memberitakan teror yang terjadi di Surabaya mulai Minggu dan Senin (14/5/2018) hari ini.

Media Jepang Ramai Memberitakan Teror Bom di Surabaya yang Tewaskan 13 Orang
NNN
Pihak kepolisian berjaga setelah teror di Surabaya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Semua media besar di Jepang ramai memberitakan teror yang terjadi di Surabaya mulai Minggu )14/5/2018) dan Senin (14/5/2018) hari ini.

"Tiga belas korban meninggal dan 40an orang luka-luka akibat teror yang dipercaya dilakukan ISIS," tulis berita NTV, Minggu (13/5/2018).

Sedangkan Fuji TV menyiarkan 7 meninggal termasuk satu orang anak-anak usia 9 tahun, sedangkan 40 orang mengalami luka-luka.

Fuji TV juga menyebutkan ISIS sebagai otak teror tersebut dengan bukti yang ditemukan polisi Indonesia.

"Tiga ledakan di depan gereja terjadi Minggu dan anak-anak usia 9 dan 12 tahun ikut terluka dari sedikitnya 40 orang ikut terluka dalam teror yang diotaki ISIS," ungkap TV Asahi yang menuliskan 13 orang meninggal akibat ledakan tersebut.

Baca: Bom Aktif Melekat di Paha Anak, Kepala Keluarga Bomber 3 Gereja Jebolan Suriah

TV TBS juga mengungkapkan 7 orang meninggal akibat bom yang terjadi di depan gereja di Surabaya.

"Termasuk 6 orang satu keluarga ayah, ibu dan anak semua meninggal dunia," ungkap TBS TV.

TV NHK mengungkapkan teror yang dilakukan ISIS tersebut di Surabaya pada tiga gereja dengan banyaknya korban yang meninggal dan sedikitnya 41 orang terluka.

"Terorisme adalah kejahatan melawan kemanusiaan dan sama sekali tak terkait dengan keagamaan. Kita harus bersatu dan melawat kuat terorisme di mana-mana," tulis NHK mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help