Pasien Klinik Saraf Terjepit di Jepang Didominasi Orang Indonesia

Saraf terjepit banyak dikeluhkan oleh orang-orang berusia sekitar 50 tahunan ke atas

Pasien Klinik Saraf Terjepit di Jepang Didominasi Orang Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Dr Hisayuki Miyajima (59). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Saraf terjepit banyak dikeluhkan oleh orang-orang berusia sekitar 50 tahunan ke atas.

Tapi hal itu ternyata dapat disembuhkan dengan baik (80 sampai 90 persen) di sebuah klinik di Tokyo.

Namun ternyata sekitar 50 pasiennya adalah orang Indonesia.

"Awalnya teman saya Imai yang punya sekolah masakan Jepang banyak kenalan orang Indonesia. Lalu dikenalkan satu per satu dan kemudian ada yang ajak buat seminar di Jakarta tahun 2017 pertama kali," kata dokter khusus ortopedik Dr Hisayuki Miyajima (59) kepada Tribunnews.com, Senin (14/5/2018).

Kini untuk kedua kali mulai 11 Juni 2018 Miyajima membuat seminar lagi di Jakarta. Biaya pendaftaran peserta gratis dan kini sudah mencapai 100 orang.

"Ya terus berkembang dari mulut ke mulut sehingga semakin banyak pasien orang Indonesia, jumlahnya sekitar 50 orang sejak klinik ini dibuka tahun 2005," tambahnya.

Baca: Polisi Ciduk Perempuan yang Sebut Bom Surabaya sebagai Pengalihan Isu

Dari 100 orang asing yang menjadi pasiennya ternyata 50 persen adalah orang Indonesia berduit.

"Mereka umumnya sudah periksa ke berbagai negara seperti Singapura dan Amerika akhirnya ke klinik saya ini, mungkin dikenalkan teman-temannya," ungkapnya lagi.

Tidak murah berobat ke klinik Meguro Yuai tersebut dan terutama penggunaan laser bagi orang Jepang pun tidak dijamin asuransi kesehatan Jepang karena laser dianggap hal khusus di luar jaminan pemerintah.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help