Prajurit di Papua Nugini Gunakan Tulang Ayahnya yang Sudah Mati untuk Senjata

Para prajurit di Papua Nugini menyimpan tulang paha ayah mereka yang sudah mati. Tulang paha tersebut menjadi semacam ornamen.

Prajurit di Papua Nugini Gunakan Tulang Ayahnya yang Sudah Mati untuk Senjata
Dok Tribunnews.com
Belati dari tulang paha mendiang ayah. 

TRIBUNNEWS.COM - Para prajurit di Papua Nugini menyimpan tulang paha ayah mereka yang sudah mati.

Tulang paha tersebut menjadi semacam ornamen.

Namun, selain ornamen, ada fungsi lain dari tulang paha manusia itu.

Fungsi lainnya adalah sebagai belati untuk melukai, membunuh, dan menguliti musuh.

Namun, mengapa mereka memilih menggunakan tulang paha manusia?

Padahal, ada belati dari tulang burung seperti kasuari yang lebih mudah pencariannya.

Para ahli menduga, ada kaitan antara tulang manusia itu dengan simbolisme.

Sebuah studi tak biasa menyimpulkan, tulang paha manusia sebenarnya bukan untuk belati.

Melainkan, lebih sebagai simbol martabat.

Kesimpulan ini muncul dari fakta bahwa desain belati dari tulang manusia berbeda dengan desain belati dari tulang burung.

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help