BBC

Seberapa sulit mengajak masyarakat tidak buang sampah ke sungai?

Sebuah gerakan bernama Sekolah Sungai muncul di Klaten, Jawa Tengah, untuk mendorong masyarakat ikut membersihkan dan merawat sungai.

Sekolah sungai di Klaten sengaja menjadikan kelompok perempuan dan ibu rumah tangga sebagai garda terdepan dalam mengelola sampah rumah tangga mengingat penghasil sampah terbesar di Klaten adalah sampah rumah tangga.

"Sampah di sungai itu kebanyakan sampah rumah tangga. Ada pampers, kantong plastik, kertas, pokoknya sampah rumah tangga. Artinya para perempuan ini memegang peran penting agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah terpanjang, " ujar Arif.

Kesadaran masih rendah

Akan tetapi, bukan berarti program Sekolah Sungai langsung berhasil. Nanang Jatmiko, fasilitator Sekolah Sungai Klaten, mengaku masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai.

"Kesadaran warga untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah terpanjang masih rendah. Nanti repotnya pas musim banjir. Karena sampah menumpuk di bawah jembatan dan sungai. Ini membuat aliran air saat hujan terganggu. Dampaknya adalah tanggul jebol dan membuat lahan pertanian rusak. Akhirnya yang terjadi gagal panen, " jelas Nanang.

Untuk mengajak masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai juga bukan persoalan mudah.

"Cara mengubah mindset itu berbeda-beda. Kami cari akal, dengan mengajak relawan bukan warga setempat untuk susur sungai. Dari situ muncul warga setempat yang merasa tidak enak hati. Mereka mungkin berpikir, 'warga lain saja mau membersihkan kok aku malah tidak mau membersihkan'," tutur Nanang.

Contoh lain bahwa tidak mudah meyakinkan dan mengajak warga menjaga agar sungai bersih dari sampah dapat dilihat dari program Poliklinik Kesehatan Desa Buntalan, yang pasiennya cukup membayar dengan sampah.

Dua tahun berjalan program ini berjalan kurang efisien. Tidak semua pasien menggunakan sampah untuk biaya berobat. Bahkan tidak setiap hari ada warga yang menggunakan sampah untuk biaya berobat.

"Kesadaran warga untuk mengelola sampah masih kurang, " ujar Tina.

Kampanye bersih sungai yang pernah digerakkannya tahun 2016 lalu belum menuai hasil sempurna. Bahkan sungai di dekat tempat tinggalnya kembali menjadi tempat warga untuk membuang sampah.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help