Ramadan 2018

Abdullah Quilliam dan Cerita Masjid Tertua di Britania Raya

Kota Liverpool, yang memiliki dermaga pengiriman yang dulunya merupakan landasan perdagangan internasional

Abdullah Quilliam dan Cerita Masjid Tertua di Britania Raya
ummahsonic.com/Abdullah Quilliam Foundation.
The Present Exterior of 8 Brougham Terrace. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, LIVERPOOL - Liverpool menjadi salah satu kota berejarah di Inggris. Kota ini adalah rumah bagi The Beatles, dan tempat bernaung salah satu klub sepakbola terbesar di dunia. Kota Liverpool, yang memiliki dermaga pengiriman yang dulunya merupakan landasan perdagangan internasional.

Terletak dalam warisan yang kaya ini, tersembunyi fakta lainnya, yaitu Liverpool juga rumah bagi masjid tertua di Britania Raya. Pada pertengahan abad ke-19, seorang tokoh kenamaan Inggris mencoba memahami Islam. Dan akhirnya, ia pun menemukan kedamaian di dalamnya.

Bertempat di sebuah bangunan yang kini sudah tampak kusam. Bahkan, harian The Independent di Inggris, pernah memuat tulisan berjudul "Forgotten Champion of Islam: One Man and His Mosque" yang ada pada edisi 2 Agustus 2007.

Berlokasi di kawasan Brougham Terrace No 8, West Derby Street, Liverpool, Inggris, seorang pengacara lokal membuka mesjid pertama di Inggris pada tahun 1889. Laki-laki tersebut adalah Abdullah Quilliam.

Lahir pada tahun 1856, William Quilliam dibesarkan di Liverpool. Setelah menamatkan sekolahnya, ia melanjutkan belajar hukum di King William's College di Isle of Man. Bekerja di bidang profesi hukum selama beberapa dekade, menjadikan namanya sebagai pengacara kondang di sejumlah kasus pembunuhan berat.

Dikenal dengan gerakan kesederhanaan, yang menyerukan peraturan dan larangan terhadap alkohol. Quilliam tumbuh dan dibesarkan sebagai seorang Kristen. Agama Islam baru dikenalnya ketika ia mengunjungi wilayah Perancis selatan pada 1882.

Sejak saat itu, ia mulai banyak mempelajari mengenai Islam dan ajarannya. Ketertarikannya terhadap Islam semakin bertambah manakala ia berkunjung ke Aljazair dan Tunisia.

Pada 1887, sekembalinya dari mengunjungi Maroko, William merealisasikan keinginannya untuk berpindah keyakinan ke agama Islam. Setelah masuk Islam, ia mengganti namanya menjadi Abdullah Quilliam. Dengan menyandang nama baru ini, William gencar mempromosikan ajaran Islam kepada masyarakat Liverpool.

Ketika kembali ke Liverpool, dia belajar lebih jauh tentang keimanan. Tanpa lelah, memberikan ceramah tentang Islam dan menulis buku tentang agama. Berkat pekerjaan dalam bidang hukumnya, ia memiliki sedikit uang untuk mendirikan tempat ibadah. Abdullah membeli Brougham Terrace No 8, kemudian menamainya Liverpool Muslim Institute pada tahun 1889.

Tak hanya sebatas menjadi pusat informasi Islam. Abdullah kemudian memfungsikan bangunan Liverpool Muslim Institute menjadi tempat beribadah bagi komunitas Muslim Liverpool. Bangunan Masjid Liverpool Muslim Institute ini mampu menampung sekitar seratus orang jamaah.

Pendirian masjid ini kemudian diikuti oleh berdirinya sebuah perguruan tinggi Islam di kota Liverpool dan sebuah panti asuhan bernama Madina House. Sebagai pimpinan perguruan tinggi Islam, Abdullah menunjuk Haschem Wilde dan Nasrullah Warren.

Bangunan bercat putih kusam dengan bagian pintu depan yang terlihat reyot. Pintu belakangnya penuh dengan coretan grafiti.  Burung dara yang menghiasi bagian atap bangunan dan jamur yang melekat di hampir seluruh permukaan dindingnya, menyimpan cerita panjang mengenai Islam di negeri Ratu Elizabeth II ini.

Setelah kematian Quilliam pada 1932, Brougham Terrace akhirnya dibeli oleh dewan Liverpool dan digunakan untuk tempat pernikahan umum.Pada tahun 2009, Quilliam Foundation yang baru didirikan mulai mengembalikan bentuk asli masjid dengan uang yang terkumpul selama puluhan tahun.

Masjid dibuka kembali pada tahun 2014, merekonstruksi kembali bagian penting dari sejarah kota Liverpool, belum lagi simbol yang tak ternilai dari sejarah Muslim dan Inggris.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help