BBC

Mahathir potong gaji para menteri: efektif kurangi utang Malaysia atau hanya simbolis?

Langkah Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad untuk memotong gaji dirinya, wakilnya dan para menteri kabinet sebesar 10% dipandang lebih

Sejumlah pihak memandang langkah Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada hari Rabu (23/05) memotong gaji dirinya, wakilnya dan para menteri kabinet sebesar 10% akan diikuti sejumlah kebijakan lain, tetapi hal ini tidak akan menyelesaikan masalah keuangan negara karena hanya bersifat simbolis.

"Mereka tidak akan terus memotong gaji-gaji pekerja-pekerja kerajaan (pemerintah)yang di bawah, serta merta. Saya yakin kerajaan yang ada hari ini akan memotongkan belanjawan setiap kementerian-kementerian yang mungkin telah melakukan pembaziran seperti membeli makanan yang terlalu banyak atau membuat meeting yang menggunakan cost yang terlalu tinggi.

"Jika itu tidak cukup maka ia akan sampai suatu tahap di mana terpaksa memotong gaji-gaji pekerja kerajaan," kata Adli Amirullah, pengamat ekonomi dari IDEAS (Institute for Democracy and Economic Affairs).

Mahathir mengatakan sejumlah kebijakan penghematan ini untuk mengatasi hutang negara sebesar satu triliun ringgit atau Rp3.563 triliun, sekitar 65% dari PDB.

Berdasarkan belanja negara pada tahun 2018, IDEAS menyatakan belanja operasi (operating expenditure) Malaysia memang lebih besar jumlahnya daripada pembelanjaan untuk tujuan pembangungan (development expenditure).

Tetapi apakah para pejabat lain akan siap menerima pemangkasan gaji, biaya rapat, makanan dan lain-lain terkait dengan pekerjaaan mereka?

Profesor P. Ramasamy, wakil menteri besar Negara Bagian Penang mengatakan kebijakan yang bersifat simbolis ini janganlah di besar-besarkan, dikait-kaitkan dengan pemotongan gaji pejabat pemerintah di bawahnya.

"Anda jangan besar-besarkan isu pemotongan gaji. Ini bukan issue besar, ini simbolik supaya kita ini jimat (hemat) cermat, itu saja. Pemotongan gaji ini bukannya pemotongan gaji sampai 50%, 60%, ini 10% saja.

"Ini bermakna bahwa Dr Mahathir mengatakan bahwa rakyat Malaysia ini kita perlu hemat, sebab negara ini mengalami keadaan utang yang begitu besar," kata Ramasamy yang sebelumnya adalah dosen politik Universitas Nasional Malaysia.

Salah satu alasan rakyat Malaysia memilih Pakatan Harapan adalah perbaikan standar hidup sehari-hari.
Getty Images
Salah satu alasan rakyat Malaysia memilih Pakatan Harapan adalah perbaikan standar hidup sehari-hari.

Selain mengurangi belanja negara, Mahathir juga menutup sejumlah jabatan yang tumpang-tindih, lewat penyatuan, penutupan atau tetap pada struktur sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help