Olimpiade 2020

Tim Medis Jepang Mulai Belajar Antisipasi Teror Bio dan Kimia Hadapi Olimpiade 2020

Tim medis Jepang dari berbagai lembaga, termasuk Ikatan Dokter Jepang (IDJ) melakukan seminar mengantisipasi teror bio dan kimia.

Tim Medis Jepang Mulai Belajar Antisipasi Teror Bio dan Kimia Hadapi Olimpiade 2020
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Para tim medis ikut seminar antisipasi teror bio dan kimia apabila terjadi di Jepang khususnya menghadapi Olimpiade 2020. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tim medis Jepang dari berbagai lembaga, termasuk Ikatan Dokter Jepang (IDJ) melakukan seminar mengantisipasi teror bio dan kimia terutama saat diselenggarakan Olimpiade 2020 di Tokyo mendatang.

Kegiatan ini sekitar 90 tenaga medis profesional Jepang.

"Sebenarnya antisipasi terhadap teror bio dan kimia apa pun juga harus dilakukan di semua tempat tidak hanya di Tokyo saja. Oleh karena itu inventori obat anti penyakit menular misalnya, harus sudah dilakukan di semua tempat guna antisipasi lebih lanjut kemungkinan munculnya teror tersebut," kata Direktur Eksekutif IDJ, Ishikawa Hiromi dalam penjelasannya saat seminar yang diadakan di Taitoku, Tokyo, Minggu (3/6/2018).

Kemungkinan teror bio dan kimia serta penyebaran penyakit bisa saja dilakukan saat Olimpiade 2020 mendatang guna mengacaukan semua orang.

Oleh karena itu tim medis diharapkan sudah siap dengan segala kemungkinan di mana pun berada menjelang Olimpiade mendatang.

Baca: Menko Luhut: Demi Stabilitas Kawasan, Indonesia Hormati Hukum Internasional

Selain itu dokter dari Universitas Pertahanan Jepang Shinomiya Nariyoshi juga mengingatkan 17 tahun lalu di Amnerika Serikat teror anthrax, virus dan bakteri juga menyerang negeri Paman Sam tersebut.

Sehingga membutuhkan antisipasi berbagai kebutuhan dan tindakan untuk menghantam teror tersebut.

Tadao Inoue, Kepala Yayasan penyelenggara seminar mengungkapkan bahwa upaya mengingatkan pentingnya tenaga medis terlibat dalam acara internasional tersebut sangatlah penting sejak dini.

Baca: Mahasiswa hingga Dekan Universitas Riau Kaget Tiba-tiba Kampusnya Digeledah Densus 88

"Saya ingin menyebarluaskan pengetahuan tentang terorisme yang memang belum tentu tidak terjadi. Dekontaminasi dan perawatan medis di Jepang perlu dapat perhatian lebih dengan belajar dari berbagai negara maju lainnya," kata dia.

Berbagai informasi antisipasi teror bio dan kimia diungkapkan saat seminar tersebut, berapa menit antisipasi, apa saja yang akan terjadi, bagaimana struktur menangani dan sebagainya dengan data yang ada disampaikan para ahlinya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help