Jepang Temukan Teknologi Terbaru Untuk Tumbuhkan Rambut Bagi Orang Botak

Kami ingin merealisasikan penemuan yang khusus dengan metode terbaik kami sehingga bisa menyumbangkan perbaikan

Jepang Temukan Teknologi Terbaru Untuk Tumbuhkan Rambut Bagi Orang Botak
Richard Susilo
Sel-sel penemuan baru yang dapat melipatgandakan cepat tumbuh rambut baru pada kepala botak manusia 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Sebuah kelompok peneliti termasuk lembaga peneliti terbesar Jepang Riken menciptakan sel baru artifisial untuk menumbuh kembangkan rambut di kepala yang botak dengan pertumbuhan rambut yang cepat.

 "Kami ingin merealisasikan penemuan yang khusus dengan metode terbaik kami sehingga bisa menyumbangkan perbaikan kualitas kehidupan manusia lebih lanjut khusunya bagi pasien yang mengalami kebotakan rambut," papar Takashi Tsuji pimpinan Riken Senin ini (4/6/2018).

Artifisial yang disebut "Hair follicles" saat ini masih diujicobakan kepada tikus-tikut percobaan di laboratorium Riken.

Diharapkan bulan depan sudah bisa lebih aman lagi dari hasil penelitian terhadap tikus percobaan saat ini yang tampaknya telah tumbuh rambutnya dengan baik setelah dilakukan penyuntikan sel penemuan tersebut.

Hasil penelitian selama ini menunjukkan dalam 20 hari sebanyak 5000   "hair follicles"  atau kivalen dengan 10,000 lembar rambut telah tumbuh di kulit kepala yang botak pada tikus percobaan.

 Diharapkan uji coba yang lebih matang lagi dan hasil akhir dapat diperoleh pada tahun 2020 sehingga nantinya diharapkan bisa diproduksi lebih lanjut untuk para penderita kebotakan di Jepang yang saat ini berjumlah sedikitnya 25 juta orang dari jumlah populasi sekitar 120 juta jiwa saat ini.

Dari 25 juta jiwa yang mengalami kebotakan di Jepang ternyata 18 juta jiwa adalah kalangan muda lelaki mulai muncil sejak usia 20 tahunan hingga 30 tahunan.

 Sedangkan pasar rambut palsu beserta obat-obatan penumbuh rambut pada kebotakan di Jepang mencapai potensi sedikitnya 200 juta yen per tahun, termasuk hair tonic dan sebagainya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help