Jumlah Visa Warga Indonesia ke Jepang Terbanyak Ketiga Setelah China dan Filipina

Indonesia menduduki peringkat ketiga terbanyak jumlah visa yang disetujui pemerintah Jepang selama tahun 2017.

Jumlah Visa Warga Indonesia ke Jepang Terbanyak Ketiga Setelah China dan Filipina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Stasiun Tokyo pusat kota dan ibu kota Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Indonesia menduduki peringkat ketiga terbanyak jumlah visa yang disetujui pemerintah Jepang selama tahun 2017.

 Jumlahnya 239.201 dari berbagai jenis, baik visa turis, visa diplomatik dan lainnya.

"Orang Indonesia banyak sekali yang masuk ke Jepang tahun lalu, terutama turisnya. Tetapi masih ada yang memanfaatkan visa turis untuk tujuan lain yang tidak legal," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (4/6/2018).

Empat warga negara terbesar yang diberikan visa masuk ke Jepang selama tahun 2017 adalah China sebanyak 4.504.718 visa, lalu dari Filipina sebanyak 325.564 visa, dari Indonesia dikeluarkan visa untuk 239.201 orang dan warga Vietnam sebanyak 226.993 visa.

Baca: Nek Ramlah Takut Dosa karena Tak Bisa Melayani Suami, Dia Pun Tolak Pinangan Pria Asal Lhok Guci

Dari empat warga negara itu saja sudah sekitar 90 persen dari semua warga negara yang diberikan visa sebanyak 5.869.012 orang atau terjadi kenaikan 9,1 persen dibandingkan tahun lalu dan jumlah tertinggi selama ini.

Dari jumlah visa diperuntukkan bagi warga Indonesia itu, antara lain visa jangka pendek (turis maksimal 15 hari) sebanyak 220.930 orang.

Sisanya untuk diplomatik 41 orang dan 198 orang semi diplomatik.

Lalu terkait pekerjaan sebanyak 1.150 orang di antaranya 50 orang untuk para dosen atau pengajar lembaga pendidikan.

Visa teknisi 390 orang, visa khusus antar perusahaan sebanyak 288 orang (misalnya perusahaan besar Jepang di Indonesia mengirimkan stafnya ke kantor pusatnya di Jepang).

Baca: Ribuan Ikan Koi Penuhi Kali Kecil, Kiat Masih Penasaran Meski Sudah Menangkap 500 Ekor

Kemudian visa bagi entertainer sebanyak 293 orang dan visa bagi penliti sebanyak 6 orang.

"Saat ini masih ada usaha mencoba-coba dari beberapa oknum calo tenaga kerja yang berusaha memasukkan warga Indonesia dengan jenis visa namin (suaka) yang jelas-jelas pasti akan ditolak Jepang," kata dia.

Oleh karena itu diharapkan semua warga Indonesia lebih berhati-hati kalau ada penawaran kerja terutama ke Jepang oleh berbagai pihak, termasuk permintaan dari perusahaan Jepang langsung.

"Paling baik mungkin bagi yang mau bekerja ke Jepang menghubungi kantor dinas tenaga kerja kota setempat. Konsultasi ke sana supaya jalurnya jelas dan benar untuk bekerja ke Jepang," kata dia.

Baca: Kepala BNPT: Penangkapan Terduga Teroris di Dalam Kampus Masih Ranah Densus

"Jika semakin banyak visa disalahgunakan dan menjadi ilegal di Jepang, bukan tidak mungkin akan semakin sulit aplikasi visa ke Jepang di masa depan karena semakin banyaknya warga Indonesia yang ilegal di Jepang," ujar sumber itu.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help