Pemalsuan Data Subaru Ternyata Capai 1837 Kasus CEO Mundur Menjadi Chairman Tanpa Kekuasaan

Kami minta maaf dan kami akan mengubah semua iklan di dalam perusahaan agar segar kembali

Pemalsuan Data Subaru Ternyata Capai 1837 Kasus CEO Mundur Menjadi Chairman Tanpa Kekuasaan
Ist
Yasuyuki Yoshinaga (64) CEO dan Chairman Subaru 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo  di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Yasuyuki Yoshinaga (64) CEO dan Chairman mobil Subaru akhirnya mundur sebagai CEO mulai bulan Juni ini dan menjadi Chairman tetapi tanpa kekuasaan, terkait pemalsuan data mobil tersebut yang ternyata mencapai 1837 kasus yang semula diperkirakan hanya skeitar 900-an kasus.

"Kami minta maaf dan kami akan mengubah semua iklan di dalam perusahaan agar segar kembali di masa mendatang," papar Yoshinaga kemarin (5/6/2018).

Yoshinaga menjadi Presiden sejak 2011  yang berakhir 30 Maret lalu dan berhasil meningkatkan penjualan 60% menjadi sekitar 1,07 juta unit per tahun.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut ternyata kasus pemalsuan data di dalam perusahaan mobil Subaru kini meningkat menjadi 1837 kasus, antara lain pemalsuan data irit bensin dan sebagainya.

Subaru akan memeriksa kembali semua masalah internalnya dengan dilakukan tim khusus luar perusahaan yang profesional dan akan melaporkan kasusnya kembali kepada kementerian transportasi Jepang.

Sementara CEO yang akan memiliki kuasa penuh sebagai Presiden perusahaan diperkirakan akan diangkat akhir bulan Juni ini dalam RUPS perusahaan tersebut.

Sahamnya turun skeitar 5% akibat kasus ini. Subaru16,8% sahamnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help