Penerbangan Jepang Ditegor Keras oleh Kementerian Transportasi, Awak Kabin Minum Bir Dalam Toilet

Kejadiannya 23 Mei 2018 dalam perjalanan pesawat terbang JAL jalur internasional dari Hawaii menuju Osaka.

Penerbangan Jepang Ditegor Keras oleh Kementerian Transportasi, Awak Kabin Minum Bir Dalam Toilet
Richard Susilo
Kapal Japan Airlines di bandara international Narita Chiba Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo  di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Transportasi Jepang hari ini (6/6/2018) mengeluarkan secara resmi surat tegoran keras kepada pihak Japan Airlines (JAL) karena terbukti awak kabin JAL minum bir di dalam toilet selama perjalanan dari Hawaii menuju bandara Kansai Osaka Jepang.

"Kami telah keluarkan surat tegoran keras kepada pihak JAL karena terbukti dalam penyelidikan seorang awak kabinnya minum bir di dalam toilet pesawat selama perjalanan internasional dari Hawaii menuju Osaka," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (6/6/2018).

 Kejadiannya 23 Mei 2018 dalam perjalanan pesawat terbang JAL jalur internasional dari Hawaii menuju Osaka.

 Seorang lelaki usia 20 tahunan, awak kabin JAL yang seharusnya melayani para penumpang, nongkrong santai di dalam toilet dan menikmati birnya.

Perbuatan tersebut ketahuan oleh seorang penumpang yang melaporkan hal tersebut kepada pihakj JAL yang kemudian melakukan pengusutan lebih lanjut.

"Saya memang minum bir dalam toilet pesawat, biasanya saat istirahat dan agar bisa tidur lebih baik lagi saat istirahat," demikian awak kabin mengakui kepada petugas penyelidik dari kementerian transportasi.

Peraturan penerbangan khususnya di JAL, 12 jam sebelum melakukan tugas dilarang minum bir atau minuman keras dan JAL mempertimbangkan untuk memecat awak kabin tersebut.

"Kami minta maaf atas perbuatan awak kabin tersebut kepada masyarakat dan akan berusaha mencegah hal serupa agar tidak terjadi lagi lebih lanjut di masa mendatang," tulis permintaan maaf JAL kepada pers."

Dua tahun lalu seorang pilot JAL juga mengalami mabuk sebelum penerbangan dan sempat ribut serta melakukan penyerangan terhadap petugas sekuriti sehingga akhirnya ditangkap oleh petugas keamanan.

Saat itu JAL juga mengeluarkan permintaan maaf dan berjanji berupaya agar tidak terulang lagi kasus mabuk tersebut di JAL di masa mendatang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help