Warga Jepang Korban Penculikan Korut Tak Percaya Kim Jong Un Bersalaman dengan Donald Trump

Yasushi Chimura merasa kaget dan tak percaya melihat Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump.

Warga Jepang Korban Penculikan Korut Tak Percaya Kim Jong Un Bersalaman dengan Donald Trump
NHK
Yasushi Chimura 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Yasushi Chimura merasa kaget dan tak percaya melihat Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump, Selasa (12/6/2018).

Yasushi Chimura adalah korban penculikan Korea Utara (Korut) yang telah kembali ke Jepang 16 tahun lalu.

"Saya kaget sekali, rasanya tak masuk akal dan tak mungkin sekali di masa lalu tetapi terjadi di hari ini pemimpin Korut bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump," kata Chimura, Selasa (12/6/2018).

Chimura melihat sebenarnya Trump bisa diandalkan untuk menjadi perantara membicarakan masalah penculikan warga Jepang oleh Korut.

Baca: Hendika Tewas Dikubur Hidup-hidup oleh Temannya, Sepeda Motor dan Ponsel Dibawa Kabur

Chimura juga yakin bisa berhasil jika Trump yang melakukannya dan menjadi perantara di masa depan dengan pihak Korut.

Pertemuan dan penandatanganan kesepakatan yang menurut Trump sangat baik dan menjanjikan itu sama sekali tidak menyentuh masalah penculikan warga Jepang oleh Korea Utara.

Dan hal itu membuat para keluarga Jepang sangat kecewa melihat peristiwa pertemuan kedua kepala negara.

Juga kaget adanya keberhasilan pertemuan itu yang semula diperkirakan mustahil bisa terjadi sebelumnya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help