Gerebek 505 Panti Pijat, 143 WNI Ditahan Pihak Keamanan Malaysia

Aparat keamanan Malaysia menggerebek 505 panti pijat yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.

Gerebek 505 Panti Pijat, 143 WNI Ditahan Pihak Keamanan Malaysia
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Aparat keamanan Malaysia menggerebek 505 panti pijat yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.

Pegerebekan tersebut dilakukan petugas keamanan Malaysia sejak awal tahun ini.

Dari seluruh penggerebekan itu kepolisian Malaysia sudah menahan lebih dari 1.000 orang yang diduga terlibat prostitusi.

Baca: Donald Trump dan Kim Jong Un Bahas Nuklir di Korea Utara

Menurut harian The New Strait Times, kepala departemen investigasi kriminial kepolisian Malaysia Wan Ahmad Najmudin menjelaskan, penggerebekan itu dilakukan pada Januari hingga Mei.

"Penggerebekan fokus di Selangor, Kuala Lumpur, Johor, dan Perak," kata Najmuddin.

"Berdasarkan hasil operasi itu, sebagian besar yang ditahan adalah para perempuan Thailand. Secara umum, prostitusi dan penyalahgunaan visa turis masih bisa dikendalikan," tambah dia.

Baca: Bagaimana Trump dan Kim Jong Un Berkomunikasi?

Menurut data kepolisian mereka yang ditahan terdiri atas 434 perempuan Thailand, 285 orang asal Vietnam, 153 orang Indonesia, 142 orang China, dan 34 perempuan Filipina.

"Sisanya berasal dari Kamboja, Myanmar, Laos, dan Bangladesh," tambah Najmuddin.

Dia melanjutkan, tindakan tegas dari kepolisian dan pihak imigrasi Malaysia ini sudah mendapatkan hasil positif.

"Tindakan kami didasari undang-undang anti-kegiatan kriminal 1959 dan undang-undang anti-perdagangan manusia," jelas Najmuddin.

Penulis : Ervan Hardoko

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: 143 WNI Ditahan dalam Penggerebekan 505 Panti Pijat di Malaysia

Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help