BBC

Untuk pertama kalinya San Fransisco dipimpin walikota perempuan kulit hitam

Dengan kemanangan ini, Breed menjadi satu-satunya perempuan yang jadi walikota di antara 15 kota terbesar di AS.

Kota San Francisco, AS, untuk pertama kalinya dalam sejarah akan dipimpin seorang perempuan kulit hitam - justru pada saat penduduk Afrika-Amerika semakin menurun jumlahnya di kota yang trus berbenah itu.

Perjalanan perempuan bernama London Breed itu untuk menjadi walikota sangat luar biasa, mengingat ia dibesarkan dalam kemiskinan oleh neneknya di sebuah pemukiman sosial.

Unggul dengan perolehan suara sedikit di atas 50%, perempuan berusia 43 tahun ini mengatakan dia merasa sangat terhormat.

Dengan kemanangan ini, Breed menjadi satu-satunya perempuan yang jadi walikota di antara 15 kota terbesar di AS.

San Francisco sekarang sedang bergulat dengan banyaknya tunawisma dan jalan-jalan penuh sampah yang menyerupai permukiman kumuh di negara berkembang, dan ledakan harga properti yang membuat banyak keluarga pekerja tersingkir ke luar kota.

Sebelumnya London Breed menjabat sebagai ketua Dewan Pengawas San Francisco, badan legislatif pemerintah kota.

Breed juga pernah menjabat sebagai pejabat pelaksana walikota untuk beberapa waktu, setelah kematian Walikota Ed Lee pada bulan Desember, sebelum akhirnya menjadi walikota definitif.

Pemilihan dilakukan pada 5 Juni, tetapi pengumuman hasil pemilihan tertunda karena hasilnya sangat ketat sehingga pejabat komite pemilihan kota harus menghitung lagi ribuan surat suara sementara yang digunakan saat pemilu.

San Francisco is currently grappling with rampant homelessness
Getty Images
San Francisco saat ini sedang bergulat dengan tunawisma yang merajalela

Pesaingnya, Mark Leno, yang jika menang akan menjadi walikota gay pertama di kota itu, mengakui persaingan ketat antara keduanya.

Breed bukan lah walikota perempuan pertama San Francisco. Sebelumnya sudah ada Dianne Feinstein yang menjadi walikota perempuan pertama pada tahun 1978. Dia sekarang menjadi senator California.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help