Piala Dunia 2018

Persimpangan Hachiko Shibuya Jepang Dibanjiri Oleh Supporter Tim Jepang, Polisi DJ Dikerahkan

Dari sebelum dimulainya pertandingan pada pukul 21:00, Shibuya telah dipenuhi para pemuda dengan pola baju tim Jepang

Persimpangan Hachiko Shibuya Jepang Dibanjiri Oleh Supporter Tim Jepang, Polisi DJ Dikerahkan
Sports Hochi
Ribuan Supporter tim sepakbola Jepang luber ke persimpangan Hachiko Shibuya Tokyo Jepang kemarin (19/6/2018) malam sekitar jam 23.00 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS Tokyo - Tim sepakbola Jepang memenangkan babak penyisihan kejuaraan sepakbola dunia di Rusia kemarin malam waktu Jepang 2-1 melawan tim Kolumbia mengakibatkan supporter tim Jepang membanjir ke daerah anak muda persimpangan Hachiko Shibuya Tokyo kemarin malam (19/6/2018).

"Aduh aduh aduh gila gembira banget gue malam ini," papar Hatakeyama (32) seorang supporter tim Jepang kepada Tribunnews.com kemarin malam di perimpangan Hachiko Shibuya Tokyo setelah tim Jepang memenangkan babak penyisihan piala dunia di Rusia kemarin malam (19/6/2018) sekitar jam 23:00 waktu Jepang.

Dari sebelum dimulainya pertandingan pada pukul 21:00, Shibuya telah dipenuhi para pemuda dengan pola baju tim Jepang dan melambaikan bendera Jepang.

Segera setelah sinyal lampu berwarna hijau untuk pejalan kaki di persimpangan Hachiko, semua berubah warna menjadi biru, seragam tim sepakbola Jepang.

Sama seperti Piala Dunia tahun 2014, pengatur lalu lintas para polisi berusaha melakukan dengan senyum agar tak tampak seram bagi masyarakat, dan topik "DJ Police" juga muncul kali ini.

Polisi DJ mulai melakukan keamanan mengontrol lalu lintas, di sekitarnya agar tidak terjadi benturan kecelakaan antara pejalan kaki dnegan pengendara bermotor.

Berdiri di atas mobil polisi DJ melakukan tugas dengan speaker kuatnya menghimbau dan mengatur kepada masyarakat agar mematuhi peraturan yang ada.

Berbagai sudut jalan dipenuhi polisi menjaga juga jangan sampai mobil meluncur tidak benar seperti tahun lalu, sebuah mobil nyelonong ke tengah persimpangan Hachiko walaupun telah lampu merah dan kabur.

Polisi anti huru hara keamanan juga ikut dikerahkan mengatakan, "Tolong jangan saling dorong karena berbahaya," dan mengambil sikap menyeluruh langsung mengatur masyarakat di lapangan.

Supporter yang banjir ke tengah lapangan terutama persimpangan Hachiko kali ini berhasil dikendalikan dengan baik oleh para aparat keamanan polisi termasuk polisi khusus anti huru hara yang jumlahnya sekitar 100 orang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help