Korea Selatan Dan Korea Utara Bertemu Bahas Reuni Keluarga-keluarga Yang Dipisahkan Perang Korea

Pertemuan ini dilakukan setelah kedua pihak setuju pada April lalu, untuk mengejar reuni keluarga

Korea Selatan Dan Korea Utara Bertemu Bahas Reuni Keluarga-keluarga Yang Dipisahkan Perang Korea
AFP Via Channel News Asia
Ilustrasi Korea 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Delegasi Korea Utara dan Korea Selatan bertemu untuk membahas pertemuan keluarga-keluarga yang dipisahkan oleh perang Korea.

Upaya ini termasuk di antara langkah-langkah yang dijanjikan oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk memperbaiki hubungan yang memburuk akibat nuklir dan program-program rudal Pyongyang.

Pertemuan pada Jumat (22/6/2018) pukul 10.00 waktu setempat, di sebuah hotel di daerah tujuan wisata Korea Utara Gunung Kumgang.

Pertemuan ini dilakukan setelah kedua pihak setuju pada April lalu, untuk mengejar reuni keluarga pada Agustus mendatang. Tepatnya sekitar 15 Agustus.

Delegasi Korea Selatan dipimpin Kepala Palang Merah Korea Park Kyung-seo. Wakil Ketua Komite untuk Reunifikasi damai Korea, Pak Yong Il, memimpin pejabat dari Korea Utara.

"Kita harus membuat upaya aktif untuk hasil yang baik hari ini," kata Pak Yong Il.

"Kita harus tinggalkan masa lalu dan turun kejalan untuk mensuksesakan kesepakatan para pemimpin kita," tambah Park.

Para delegasi akan membahas tanggal dan jumlah keluarga yang akan mengambil bagian dalam reuni tersebut.

Kepala delegasi Korea Selatan mengatakan di Seoul pada Kamis lalu, bahwa ia berencana untuk membahas isu-isu kemanusiaan, khususnya bagaimana untuk mengatasi penderitaan 57.000 keluarga yang terpisah.

Selain itu para pejabat Korea Selatan telah mengumumkan akan adanya kunjungan antara keluarga yang terpisah, terutama karena banyak dari mereka sekarang telah berusia 80-an tahun.

Berdasarkan pengalaman reuni keluarga yang ditayangkan beberapa stasiun televisi, sering terlihat mereka yang terpisahkan akibat perang Korea itu mengeluarkan air mata, ketika pertemuan tatap muka harus kembali berakhir.

Reuni terakhir diadakan pada tahun 2015.

Korea Selatan juga telah berupaya untuk melanjutkan konferensi video dan pengiriman surat diantara kalangan keluarga-keluarga yang dipisahkan oleh perbatasan itu.

Sejak tahun 2000, sekitar 23.676 orang terpisah di Korea, menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.

Mereka yang terpisah itu telah bertemu atau berinteraksi melalui videolink sebagai bagian dari program ini. (Reuters/Channel News Asia/NHK)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved