Kenang Misi Penyelamatan Tim Sepakbola, Goa di Thailand Akan Dijadikan Museum

Kini, lokasi terjadinya peristiwa yang menyita perhatian dunia itu akan dijadikan museum.

Kenang Misi Penyelamatan Tim Sepakbola, Goa di Thailand Akan Dijadikan Museum
Chiang Rai Times
Goa Tham Luang, Chiang Rai, Thailand 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM - Dua hari berlalu sejak berakhirnya misi penyelamatan 12 remaja dan pelatih tim sepak bola yang terjebak di Goa Tham Luang, Chiang Rai, Thailand.

Kini, lokasi terjadinya peristiwa yang menyita perhatian dunia itu akan dijadikan museum.

Dilansir dari Chiangraitimes, Kamis (12/7/2018), kompleks goa Tham Luang di Ma Sai akan diubah menjadi museum untuk mengenang bagaimana misi penyelamatan berlangsung.

"Basis data interaktif akan disiapkan. Ini akan menjadi daya tarik utama bagi wisata Thailand," kata kepala misi penyelamatan, Narongsak Osottanakorn.

Pejabat Thailand menjelaskan, kisah anak-anak serta penyelamatan dari tim multinasional itu membuat goa ini terkenal, sehingga bisa dijadikan destinasi wisata.

Meski begitu, Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan pada Selasa 10 Juli, pihaknya akan mengadakan penjagaan ketat di dalam dan di luar goa untuk melindungi wisatawan yang berkunjung.

Sebuah buku panduan menuliskan goa Tham Luang yang jarang dieksplorasi sebagai "pintu masuk yang mengesankan." Tulisan itu mengarah ke jalan yang ditandai beserta serangkaian kamar gua dan batu.

Penduduk desa mengungkapkan goa itu memang rentan terhadap banjir. Mereka pun mendesak pemerintah untuk memasang peringatan yang lebih jelas.

Selain itu, Warga Thailand percaya legenda dibalik goa Tham Luang Nang Non, yang berarti gua perempuan berbaring.

Legenda ini menceritakan seorang putri cantik melarikan diri ke gua bersama kekasihnya. Ayah gadis itu mengirim tentara untuk membunuh kekasihnya, dan sang putri bunuh.

Legenda masyarakat beserta kisah misi penyelamatan tim sepak bola baru-baru ini pun akhirnya dijadikan alasan Goa Tham Luang menjadi destinasi wisata di Thailand.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved