Seni Padi untuk Merevitalisasi Desa Muncul Lagi di Aomori Jepang

Sebuah desa di Aomori mulai membentuk seni padi untuk revitalisasi desa tersebut mulai awal Juli ini.

Seni Padi untuk Merevitalisasi Desa Muncul Lagi di Aomori Jepang
NHK
Tanah pertanian di Aomori dibentuk Seni Padi dengan gambar-gambar komik karya Osamu Tezuka (almarhum) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah desa di Aomori mulai membentuk seni padi untuk revitalisasi desa tersebut mulai awal Juli ini.

Gambar seni padi bertema berbagai karakter komik karya Osamu Tezuka itu akan dipamerkan untuk umum hingga awal Oktober 2018.

"Tambo Art atau seni padi, itulah yang kita sebutkan di sini dengan gambar-gambar Osamu Tezuka untuk memperingati 90 tahun seniman tersebut. Sekaligus merevitalisasi desa tersebut agar bangkit kembali di tengah semakin berkurang penduduknya saat ini," kata sumber Tribunnews.com, Kamis (12/7/2018).

Menurut kepala desa Takao Suzuki, seni padi dengan warna-warni tersebut dengan ukuran 70 meter kali 155 meter di lahan pertanian Aomori dapat dilihat untuk umum mulai hari ini.

Tanah pertanian tersebut berada dekat jalur kereta api Konan Railway, Stasiun Tambo Art.

Tidak ada pungutan apapun untuk melihat karya seni ini.

Baca: Mantan Ketua BEM Buang Bayi yang Dilahirkan Kekasihnya karena Tak Sanggup Membiayai

Karya manga Tezuka yang ditampilkan di sana antara lain "Astro Boy", "Black Jack", "Ribbon Knight", dan "Jungle Great Emperor", yang tampil di ladang pertanian (persawahan) dalam tujuh warna-warni yang indah.

Ada lokasi pengamatan (observatori) dekat tanah pertanian tersebut dengan ketinggian 14 meter sehingga semakin indah dan tampak cantik melihat ladang sawah yang bergambar seni warna warni itu.

"Cantik sekali karya ini, saya datang bersama keluarga dari Tokyo khusus untuk melihat karya seni persawahan Aomori ini. Sangat indah, pertama kali saya lihat ini," ungkap Jiro Kumayama kepada Tribunnews.

"Selain itu tema sebuah film "Roman Holiday" juga akan ditampilkan sebagai seni padi dalam waktu dekat agar masyarakat tidak bosan, bisa melihat beraneka gambar seni," kata dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved