Rintangan Lomba Makan Cabai di Tiongkok, Cuaca 40 Derajat Celcius Hingga Rendaman Cabai

Namun, ada kategori lain di mana orang-orang mau memakan cabai banyak-banyak untuk sebuah kompetisi.

Rintangan Lomba Makan Cabai di Tiongkok, Cuaca 40 Derajat Celcius Hingga Rendaman Cabai
BBC/Kolase Tribunnews
Lomba makan cabai 

TRIBUNNEWS.COM - Bagi beberapa orang, cabai bisa merusak cita rasa makanan mereka.

Bagi beberapa orang lainnya, cabai justru menambah nafsu makan serta membuat makanan itu menjadi nikmat.

Namun, ada kategori lain di mana orang-orang mau memakan cabai banyak-banyak untuk sebuah kompetisi.

Seperti yang Tribunnews lansir dari Daily Mail (8/7/2018), beberapa orang berkumpul di Provinsi Hunan, Tiongkok, untuk mengikuti lomba makan cabai.

Lomba makan cabai
Lomba makan cabai (BBC)

Kompetisi makan cabai ini terbilang unik karena para peserta diharuskan berendam di kolam atau wadah yang penuh air dan cabai.

Selain cuaca pada saat itu mencapai 40 derajat celcius, pedas dari cabai juga membuat kompetisi kian panas.

Lomba makan cabai
Lomba makan cabai (BBC)

Di cuaca yang panas ditambah cabai yang juga panas, para peserta berusaha memakan sebanyak mungkin agar bisa menjadi juara.

Kompetisi ini mengutamakan kecepatan dan stamina.

Selain makan cabai, ada pula cara lain untuk mendapatkan kemenangan dengan hanya berendam di air penuh cabai di dalam baskom besar.

Lomba makan cabai
Lomba makan cabai (BBC)

Dengan segala usaha dan perjuangan, pemenang dari kompertisi ini yatuh pada seorang pria bernama Tang Shuaihui yang makan 50 cabai dalam waktu satu menit saja.

Kemenangan tersebut turut mengalahkan rekor tahun lalu dimana pemenang lomba makan 15 cabai dalam waktu satu menit.

Lomba makan cabai
Lomba makan cabai (BBC)

Hunan memang dikenal karena kuliner pedasnya.

Ada banyak makanan khasnya yang menggunakan banyak cabai seperti hot pot chicken dan ayam Dong'an.

Lomba makan cabai
Lomba makan cabai (BBC)

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahid Nurdin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help