Terjatuh ke Bak Air Pendingin Besi Panas, TKI Asal Bantul Tewas di Korea

Karena masih sempat kontak dengan dirinya, Sumarsih sempat tak percaya ketika rekan anaknya mengabari bahwa Wiwit meninggal

Terjatuh ke Bak Air Pendingin Besi Panas, TKI Asal Bantul Tewas di Korea
Tribun Jogja/ Susilo Wahid Nugroho
Sumarsih bersama suaminya, Ngadino warga RT 06, Dusun Jalakan, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, menunjukkan foto anak mereka, Wiwit Sutrisnoputro (25) yang dikabarkan meninggal di Korea 

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL  - Tenda seng berdiri di bagian teras rumah milik pasangan suami istri Ngadino-Sumarsih yang beralamat di RT 06, Dusun Jalakan, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Jumat (20/7/2018) siang.

Beberapa orang menyambut setiap tamu yang datang diiringi suasana pilu karena Ngadino dan Sumarsih sedang dalam keadaan berkabung.

Ini karena buah hati laki-laki mereka bernama Wiwit Sutrisnoputro (25) dikabarkan meninggal di Korea, Rabu (18/7/2018) malam lalu.

Wiwit sendiri diketahui berada di Korea untuk bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi besi daerah Busan Simpyong, Korea Selatan.

Sumarsih ibunda almarhum Wiwit, sesekali mengusap air matanya yang menetes ketika berbincang bagaimana kabar kematian anaknya begitu menyesakkan dada.

Keluarga, menurut Sumarsih dibuat syok atas kabar salah satu anggota keluarga yang begitu dicintai akhirnya pergi untuk selamanya.

Baca: Sejumlah Orang di Bantul Ditangkap Diduga Terlibat Teroris, Ini Tanggapan Bupati

“Saya masih kontak sama anak saya itu lewat Whatsapp beberapa saat sebelum kabar itu datang. Seperti biasa dia tanya hai lagi apa, lalu saya jawab seperti biasanya. Gaya dia kalau chat memang seperti itu. Seperti menganggap saya pacarnya sendiri saking dekatnya kami,” kata Sumarsih.

Karena masih sempat kontak dengan dirinya, Sumarsih sempat tak percaya ketika rekan anaknya mengabari bahwa Wiwit meninggal.

Dari keterangan yang ia dapat, sang buah hati mengalami kecelakaan kerja, tenggelam di air yang biasa dipakai untuk mendinginkan besi panas di pabrik tempat ia bekerja.

Sumarsih, diketahui baru benar-benar percaya jika anaknya telah tiada ketika pengurus Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Insani Group Yogyakarta, tempat Wiwit kursus kerja datang mengabari dan membenarkan kabar tersebut. (sus)

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved