Bukan Hanya Masjid Bergerak, Kalau Perlu Restoran Halal Bergerak Bagi Kaum Muslim

Inoue membuat Masjid bergerak pertama kali di Jepang menggunakan truk Hino dengan berat 25 ton

Bukan Hanya Masjid Bergerak, Kalau Perlu Restoran Halal Bergerak Bagi Kaum Muslim
Richard Susilo
Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project Co.Ltd. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang 

 TRIBUNNEWS Tokyo -  Agamanya bukan Islam, tetapi kecintaannya terhadap Islam sangat besar dan perhatiannya sangat khusus kepada kalangan muslim sejak berkenalan dengan negara-negara Timur tengah khususnya Qatar yang sudah dikunjunginya 50 kali dalam 4 tahun terakhir ini.

 "Saya cinta sekali dengan kalangan muslim dan teman saya paling banyak dengan orang Islam di berbagai negara, khususnya di Qatar," papar Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project Co.Ltd. khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (25/7/2018).

 Inoue membuat Masjid bergerak pertama kali di Jepang menggunakan truk Hino dengan berat 25 ton dan bisa dipakai salat untuk 50 orang maksimum di dalamnya.

 Truk tersbeut di modifikasi khusus sehingga dengan alat motor dan sistim khusus bisa dikembangkan sayap nya  menjadi lebih luas dan jadi sebuah masjid kecil menampung 50 orang di dalamnya diperlengkapi karpet khusus dan 4 pendingin AC sehingga terasa nyaman sekali untuk salat.

 Bak membersihkan kaki dan tangan juga tersedia di luar ruangan tersbeut, ke luar sendiri dari dalam truk tersebut, satu set sistim dengan pembukaan "masjid" bergerak tersebut.

 "Ide sebenarnya muncul sejak tahun 2014 saat saya berada di Qatar lalu mendiskusikan dengan teman-teman di sana dan bahkan mendapat dukungan dari CEO Doha Bank Dr. Raghavan Seetharaman sebagai  sangat bagus untuk membuat Masjid Bergerak (MB). Maka saya mulai bergerak merealisasikan MB yang diluncurkan kemarin 23 Juli lalu di Nagoya," lanjutnya.

  Selain untuk MB, truk karoseri yang dikerjakan Oshimajiko di perfektur Yamaguchi, menurutnya truk tersbeut juga bisa berubah fungsi lain kalau mau, misalnya jadi Kantin makan bergerak makanan halal, atau bisa juga jadi tempat darurat bagi tim olahraga yang kecelakaan.

 "Bahkan sebuah media besar Jepang telah memesan MB tersebut  dijadikan berubah fungsi untuk base para karyawannya kalau meliput sebuah kejadian internasional atau kejadian alam di tempat bahkan sampai yang terpencil sekali pun."

 MB menurutnya akan sangat membantu dengan mudah banyak kalangan muslim melakukan salatnya di mana pun berada.

 "Misalnya di Asian Games di Palembang, semua orang tak usah pusing jauh-jauh mencari masjid di lokasi Asian Games.  MB yang malah mendekati semua atlit atau mendekati masyarakat ke tempat berkumpulnya, sehingga mudah melakukan salatnya dengan baik, nyaman dan aman."

 Praktis nyaman dan enak sekali melakukan salat di tempat yang dekat apalagi ber-AC, tampaknya menjadi ide dasar Inoue membuat MB tersebut sehingga dirinya sebagai warga Jepang bisa mendekati diri dengan negara lain khususnya negara dengan mayoritas beragama Islam seperti Indonesia, tambahnya.

 Lalu berapa biaya pembuatan MB tersebut? menurutnya sekitar 100 juta yen untuk mobil truk MB contoh satu buah yang telah dibuatnya.

 Ide dan desain produk contoh MB yang telah dibuatnya itu juga akan diproteksi dengan pendaftaran copyright do 23 negara di dunia agar tak bisa diduplikat, tambahnya lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help