Dunia Boxing Jepang Penuh Putaran Duit dan Yakuza Jadi Kasus Besar Kini

Isu juga menyebutkan Yamane sering minta uang kepada para pelatih tinju terutama saat pertandingan di Korea Selatan

Dunia Boxing Jepang Penuh Putaran Duit dan Yakuza Jadi Kasus Besar Kini
Richard Susilo
Ketua Federasi Boxing Akira Yamane (paling kanan) bagi-bagi duit 2,4 juta yen kepada 3 petinju 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS Tokyo - Dunia tinju Jepang ribut lagi dengan berbagai kasus. Kali ini Ketua Federasi Tinjuk Boxing Amatir Jepang Akira Yamane mulai bicara kepada pers setelah dituduh banyak terima uang, diperlakukan seperti raja, pengaturan menang kalau pertandingan tinju dan sebagainya sampai keterlibatannya dengan mafia Jepang (yakuza).

"Saya memang benar meminta uang 2,4 juta dibagi rata tiga orang, meskipun itu menyalahi aturan. Tapi itu uang hasil menjual jam tangan rolex saya pemberian dari anak saya," papar Yamane kepada pers kemarin (1/8/2018).

Kini federasi tinju Jepang akan mempersiapkan tim khusus independen untuk menyelesaikan kasus-kasus di dunia tinju Jepang.

Yamane ditudh sebagai "raja" dan ditakuti banyak orang di dunia tinju sehingga diisukan minta Dewan Olahraga Jepang mengeluarkan uang 2,4 juta yen lalu dibagikan kepada tiga petinju.

Isu juga menyebutkan Yamane sering minta uang kepada para pelatih tinju terutama saat pertandingan di Korea Selatan, tiap pelatih petinju dimintai 30.000 yen.

Isu lainnya Yamane juga sering diperlakukan seperti raja kalau pergi ke daerah-daerah disediakan kamar khusus minuman khusus mahal-mahal dan sebagainya.

Selain itu juga di isukan mengatur menang kalah pertandingan tinju sebagai bagian dari judi di dunia tinju dan tak luput dari keterlibatan yakuza pula.

Segala yang tidak benar itu dibantah oleh Yamane.

Kini tim independen akan dibentuk segera, akan melakukan investigasi mendalam kepada Yamane serta dunia tinju Jepang saat ini.

Banyak warga Jepang tidak heran kalau dunia tinju memang jadi tempat perjudian dan masuknya yakuza ke sana ikut mengkoordinir judi untuk dapat kekayaan berlimpah dari judi.

Yamane pun masih pikir-pikir untuk membuat konperensi pers namun belum terlaksana hingga Kamis malam ini (2/8/2018).

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help