Olimpiade 2020

Jepang Pertimbangkan Produksi Masjid Berjalan di Indonesia

Masjid Berjalan (Mobile Mosque) dibuat untuk Olimpiade 2020, dipersiapkan untuk setiap negara yang mayoritas banyak atletnya beragama Islam.

Jepang Pertimbangkan Produksi Masjid Berjalan di Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Masjid Berjalan produksi Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project Co. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Masjid Berjalan (Mobile Mosque) dibuat untuk Olimpiade 2020, dipersiapkan untuk setiap negara yang mayoritas banyak atletnya beragama Islam.

Pembuatnya Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project Co. Ltd. sudah sejak lama banyak berteman dengan kalangan muslim terutama dengan negara-negara di Timur Tengah seperti Qatar, Arab Saudi dan sebagainya.

"Saya sedang memikirkan produksi di Indonesia mungkin kalau memang berpotensi bisnis bagus, lalu diekspor ke berbagai negara khususnya negara Islam," kata Inoue kepada Tribunnews.com, Jumat (3/8/2018).

Oleh karena itu Inoue akan hadir di Jakarta untuk jumpa pers sekitar 24 Agustus mendatang sekaligus tampil di acara televisi di Indonesia.

Bagi yang tertarik ikut jumpa pers, dapat mengirimkan email ke: MasjidBerjalan@yahoo.com dengan subyek: Jumpa Pers.

Baca: Partai Berkarya Usung Nama Capres yang Benar-benar Diinginkan oleh Rakyat

Upayanya untuk menyiapkan Masjid Berjalan (MB) khususnya untuk Olimpiade 2020 mendatang terutama ditujukan pula bagi para atlet Indonesia.

Perusahaannya terdaftar sebagai pendukung Olimpiade 2020 dan dengan mudah menempatkan Masjid Berjalan di kamp atlet negara tertentu apabila ada permintaan sebagai tempat salat di sana.

"Dengan penempatan MB di kamp Indonesia, para atlet Indonesia saat Olimpiade 2020 dengan mudah bisa menjalankan ibadahnya dengan baik lima waktu sehari," kata dia.

Truk yang dikaroseri dan dibentuk MB tersebut lengkap dengan tempat wudhu, kompas, sajadah dan kelengkapan lain memiliki berat 26 ton dan diperlengkapi 4 unit AC pendingin dengan kapasita s untuk 50 orang.

Baca: Oknum Satpol PP yang Terciduk Istrinya di Hotel Bakal Kena Sanksi

"Kita sangat mendukung kalangan muslim di dunia karena tampaknya dengan MB ini akan semakin memudahkan kalangan muslim mendekatkan diri tentunya dengan Allah, menjalankan salat 5 waktu dengan baik," kata dia.

Kunjungannya ke Jakarta akan bertemu dengan beberapa pengusaha, mencari tahu kemungkinan investasi di Indonesia dan berbisnis di Indonesia yang menurutnya sangat tepat untuk usaha MB seperti ini dengan harga sekitar 100 juta yen per unit.

Namun kalau diproduksi di Indonesia diharapkan bisa jauh lebih murah sehingga bisa diekspor ke negara muslim dengan harga bersaing yang baik.

Patent dan hak cipta MB ini mulai didaftarkan di sekitar 23 negara di dunia termasuk nantinya di Indonesia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help