Mengenal Dribble Designer, Penciptanya Dari Jepang Ingin Bantu Indonesia

Istilah Dribble Designer (DD) yang diciptakan oleh pemain sepakbola Jepang Masakazu Okabe (35) muncul sejak 5 tahun lalu.

Mengenal Dribble Designer, Penciptanya Dari Jepang Ingin Bantu Indonesia
TRIBUNNEWS.COM/Richard Susilo
Dribble Designer Jepang Masakazu Okabe (35) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Istilah Dribble Designer (DD) yang diciptakan oleh pemain sepakbola Jepang Masakazu Okabe (35) muncul sejak 5 tahun lalu.

Kini, sudah ada permintaan dari tim sepakbola asing menyewa DD .

"Dulu saya pernah dapat award sepakbola saat masih sekolah dasar. Lalu jadi pemainm sepakbola di berbagai tempat dan Kapten di Universitas Toin Yokohama," papar Okabe sang pencipta kata DD khusus kepada Tribunnews.com kemarin sore (7/8/2018).

Kelahiran Yokohama (dekat Tama Plaza) Kanagawa Jepang tanggal 1Agustus 1983 dengan tinggi 169 cm, Okabe adalah anak kedua dari 3 lelaki bersaudara.

"Kakak saya suka sepakbola makanya saya sejak kecil sudah bermain sepakbola. Eh, kakak saya itu kini malah berubah profesi sebagai Komedian. Sedangkan adik saya lelaki juga suka sepakbola dan dia jadi pengajar (pelatih) sepakbola saat ini," ungkapnya lagi.

Baca: Pesepakbola Jepang Ini Hidupnya Berubah karena Dribble Designer , Kini Gajinya 30 Juta Yen Setahun

Sampai dengan usia 29 tahun Okabe masih aktif bermain futsal ketimbang sepakbola.

"Sejak saat itu saat usia 29 tahun saya berpikir untuk mengajarkan sepakbola tapi bulan seperti guru kepada murid yang satu arah seperti memerintah. Saya mau yang dilatih mengungkapkan kemampuannya, lalu saya akan mengajarkan sesuai kemampuan atau kelebihan murid tersebut sehingga akan lebih efisien nantinya. Maka saya ketemu kata-kata Dribble Designer tersebut yang lebih cocok dipakai untuk pengajaran yang menyelaraskan dengan kemampuan murid," jelasnya lagi.

Dengan kata lain, kalau pelatih itu dari atas ke bawah, kalau DD Okabe melihatnya sejajar karena sebagai guru dia akan menyesuaikan diri dengan kemampuan murid sehingga menciptakan satu sinergi terbaiknya.

Itulah yang terjadi lima tahun lalu, muncul kata DD dan sejak pertengahan tahun lalu (setahun lalu) Okabe mencatatkan TradeMark Dribble Designer kepada kantor patent di Jepang.

"Kalau saya tidak mencatatkan istilah ini maka kemungkinan saya akan kehilangan dan tak bisa pakai lagi istilah DD tersebut. Harus bayar untuk TradeMark sebagai upaya pendaftaran tersebut, ya apa boleh buat ya," tekannya lagi.

Dengan demikian DD hanya ada satu di dunia saat ini yaitu yang digunakan oleh penciptanya sendiri Masakazu Okabe dan pada akhirnya dia bercita-cita untuk semakin memasyarakatkan bola terutama lewat anak-anak terlebih dulu kepada 196 bangsa di dunia termasuk Indonesia.

Itulah sebabnya Okabe ingin sekali ke Indonesia untuk mengajarkan anak-anak secara gratis, khususnya para pelajar SD kelas tiga hingga kelas enam, karena di usia sekitar itulah dimulainya pengajaran menjadi seorang pemain sebakbola profesional seperti yang dilakukan Jepang sejak lama.

Untuk lihat pengajaran DD bisa akses youtube ini:
https://www.youtube.com/watch?v=aC4a7dSFGkw&feature=youtu.be

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help