Dewi Soekarno Tak Suka Penyiar TV Kanazawa Jepang karena Dianggap Kurang Sopan

Dalam tiga acara televisi Dewi selalu mengungkapkan secara blak-blakan sangat benci dengan seorang penyiar televisi Baba Momoko.

Dewi Soekarno Tak Suka Penyiar TV Kanazawa Jepang karena Dianggap Kurang Sopan
Istimewa
Dewi Soekarno ketika turun dari pesawat Pan American bersama Presiden Soekarno tanggal 30 Oktober 1964 di Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Akhir-akhir ini semakin sering Ratna Sari Dewi Soekarno atau Naoko Nemoto (78) muncul di televisi Jepang sebagai figur tamu di berbagai acara entertainment dan diskusi santai kalangan selebriti.

Dalam tiga acara televisi Dewi selalu mengungkapkan secara blak-blakan sangat benci dengan seorang penyiar televisi Baba Momoko karena terlalu cerewet dan dianggap kurang sopan.

Baba Momoko (26) kelahiran Niigata Jepang, bekerja untuk televisi Kanazawa Jepang sejak Maret 2015.

Sebelumnya dia bekerja untuk televisi kabel Sado di Niigata sejak April 2014 lalu pindah ke TV Kanazawa.

Karakternya yang sangat ceria dan sangat aktif bergerak itu, membuat Dewi semakin kesal.

"Aduh jangan dekat-dekat saya, saya benci kamu," kata Dewi di acara Gyoretsu no Dekiru Horitsu Sodanjo NTV, 5 Agustus lalu.

Baca: Mahfud MD Kaget Tak Jadi Cawapres Jokowi, Sempat Menunggu di Restoran Sebelum Akhirnya Pulang

Reuters belum lama ini menayangkan film bersejarah Dewi saat bersama Presiden Soekarno berkunjung ke bandara Tokyo 30 Oktober 1964 dengan menggunakan pesawat Pan American.

Para penyambut dari kelompok Komisi Ganefo Jepang saat  kedatangan Soekarno dan Dewi di bandara Tokyo tanggal 30 Oktober 1964.
Para penyambut dari kelompok Komisi Ganefo Jepang saat kedatangan Soekarno dan Dewi di bandara Tokyo tanggal 30 Oktober 1964. (Istimewa)

Dewi menggunakan kebaya Indonesia dan tas mahal di tangan kanannya, juga menggunakan kaca mata hitam seperti Presiden Soekarno saat menuruni tangga pesawat.

Baca: Bawaslu: Pencalonan Capres Cawapres Hasil Mahar Politik Bisa Dibatalkan

Kedatangan kepala negara Indonesia itu antara lain disambut oleh rombongan Komisi Ganefo Jepang dengan tulisan spanduk bahasa Indonesia "Selamat Datang Founder Ganefo."

Pemunculan Dewi di berbagai acara televisi Jepang juga ikut membantu mempromosikan Indonesia dengan berbagai hal mulai makanan serta lokasi indah yang ada di Indonesia, termasuk promosi rumah "istananya" yang ada di Bali yang menjadi lokasi penginapan banyak turis atau kenalannya yang datang ke sana.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help