Amerika 'Hancurkan' Nilai Mata Uang Turki, Presiden Erdogan Langsung Balas Boikot iPhone

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan langsung memberi reaksi keras terhadap tekanan Amerika Serikat yang dinilai melemahkan mata uang Turki.

Amerika 'Hancurkan' Nilai Mata Uang Turki, Presiden Erdogan Langsung Balas Boikot iPhone
montase : financialexpress, the telegraph
Presiden Turki, Erdogan, memboikot iPhone masuk Turki. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan langsung memberi reaksi keras terhadap tekanan Amerika Serikat yang dinilai melemahkan mata uang Turki.

Erdogan, mengumumkan akan memboikot sejumlah produk elektronik Amerika masuk Turki.

Di antaranya, adalah iPhone keluaran perusahaan yang berbasis di California, Apple.

"Ada serangan ekonomi ke Turki. Awalnya mereka melakukan diam-diam, kini mereka blak-blakan. Kami bisa melakukan dua kebijakan : ekonomi, maupun politik," ujar Erdogan, Selasa (14/8/2018).

"Kementerian kami bekerja siang dan malam, kami akan memboikot barang elektronik dari Amerika. Mereka punya iPhone, tapi kami bisa pakai Samsung. Kami juga punya merk lokal, Venus Vestel, kami akan memakainya," katanya lagi.

Erdogan juga menjanjikan, bahwa gertakan Amerika melemahkan ekonomi Turki tak akan membuatya gentar.

"Apa yang kau lakukan (Amerika)? Apakah tujuan anda melakukan ini? Kamu harus tahu bahwa karakter bangsa kami bukanlah bangsa yang mudah bimbang," gertak Erdogan merujuk Amerika.

Ancaman boikot Erdogan ini langsung membuat nilai saham Vestel melejit.

Vestel, adalah perusahaan elektronik asal Turki yang berdiri sejak 1984.

Terkenal sebagai salah satu produsen televisi terbesar di Eropa, perusahaan ini akhirnya juga masuk ke segmen smartphone, dengan mengeluarkan merk Venus.

Halaman
12
Penulis: Aji Bramastra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help