Nenek 70 Tahun Meninggal Dihantam Pecahan Kaca Akibat Taifun Jepang No.21

Wanita yang meninggal itu menurutnya punya hobi pekerjaan tangan, senam, orang yang sangat enerjik maskipun sudah lanjut usia.

Nenek 70 Tahun Meninggal Dihantam Pecahan Kaca Akibat Taifun Jepang No.21
Ist
Beranda di daerah Minato Osaka, dengan pagar kaca pecah berkeping-kecing dihantam taifun No.21 kemarin dan pecahan menghantam nenek 70 tahun di lantai 8 hingga meninggal dunia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang nenek usia 70 tahunan di sebuah mansion di lantai 8 daerah Minato kota Osaka kemarin siang jam 16:30 ditemukan meninggal setelah dihantam pecahan kaca dari berandanya yang hancur diterpa taifun No.21 yang terkuat sejak 25 tahun terakhir ini.

 "Dia sahabat saya dan sudah 30 tahun berteman dengannya, snagat baik sekali," papar tetangganya wanita usia 76 tahun kepada Tribunnews.com Rabu ini (5/9/2018).

Wanita yang meninggal itu menurutnya punya hobi pekerjaan tangan, senam, orang yang sangat enerjik maskipun sudah lanjut usia.

"Tiap pagi selalu menyapa Selamat Pagi, sedih sekali saya kehilangan teman yang baik itu," tambahnya.

Taifun No.21 menghantam Osaka dan sektarnya sekitar kemarin sekitar jam 3 sore dan lokasi rumahnya di lantai paling atas, lantai 8 kena pukul taifun yang menghantam berandanya terbuat dari kaca dan kepingan itu menghantam masuk ke rumahnya dan mengenai diri sang nenek.

Sementara itu akibat taifun No.21, sebanyak 2175 lampu lalu lintas di Osaka sampai dengan Rabu pagi ini mati  dan siang hari perlahan-lahan mulai menyala satu per satu.

Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat taifun No.21. Sebanyak 2,18 juta rumah mengalami mati listrik mengena kepada sedikitnya 575.000 rumah tangga di Jepang.

Akibat listrik mati, pihak perusahaan listrik Jepang (Tepco) meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.

Hirosaki perfektur Aomori produsen Apel terjkenal Jepang, para petaninya mengalami kerugian akibat apelnya jadi rusak.

Seorang petani di sana kepada Tribunnews.com mengungkapkan sedikitnya 60 bakul apel hancur tak bisa dijual akibat taifun menghantam perkebunannya.

Satu bakul apel terdiri sekitar 50 buah apel sehingga total sekitar 3000 apel saat ini di satu perkebunan hancur cacat tak bisa dijual gara-gara taifun No.21.

 "Gak pernah terjadi begini parah sebelumnya, yah apa boleh buat bencana alam ya," papar Kunisaki petani apel tersebut kepada Tribunnews.com.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved