Setidaknya 30 Warga Rusia Menjadi Tahanan Politik di Sejumlah Negara

Mereka tidak hanya menjalani hukuman karena keyakinan politik namun juga sedang menunggu peradilan atas tuduhan politik.

Setidaknya 30 Warga Rusia Menjadi Tahanan Politik di Sejumlah Negara
Kepala kantor Berita Ria Novosti Ukraina, Kirill Vyshinsky (kiri). (Sputnik) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Setidaknya 30 warga Rusia saat ini tengah berada dalam tahanan di sejumlah negara.

Menurut Komisaris Hak Asasi Manusia (HAM) Rusia, mereka tidak hanya menjalani hukuman karena keyakinan politik namun juga sedang menunggu peradilan atas tuduhan politik.

"Ada sekitar 30 warga Rusia yang ditahan di luar negeri, kami menilai orang-orang ini tidak melakukan sesuatu yang berbahaya bagi masyarakat, namun diadili untuk sikap politik mereka terkait Republik Krimea atau karena sanksi anti-Rusia," kata Komisioner Ombudsman Rusia Tatyana Moskalkova kepada wartawan, Senin lalu.

Saat diminta untuk menyebutkan sejumlah tahanan pelanggaran HAM, Tatyana menyebut mantan Kepala kantor Berita Ria Novosti Ukraina Kirill Vyshinsky, seorang aktivis dari LSM dari the Volunteers of Victory Yelena Odnovol tengah menghadapi tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi di Ukraina serta beberapa warga Rusia yang kini menjalani hukuman di negara itu.

Viktor Baut, Konstantin Yaroshenko dan Maria Butina pun termasuk dalam daftar warga Rusia yang ditahan di Amerika Serikat (AS).

"Kami berpendapat bahwa komponen politik diletakkan di tempat pertama dan menjadi landasan saat keputusan dibuat dalam kasus-kasus ini," jelas Tatyana.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (5/9/2018), dalam pernyataan yang sama, Tatyana menolak menjawab pertanyaan mengenai berapa banyak tahanan politik di Rusia.

Ia menjelaskan hal tersebut dengan fakta bahwa dirinya mempelajari kasus-kasus yang diberitakan oleh media massa tertentu, dan ada diantaranya murni kasus kriminal.

Pada saat yang sama pula, para pejabat Rusia menyepakati diperlukannya pemeriksaan dalam kasus-kasus tersebut, karena mereka menduga ada kemungkinan tuntutan pidana sengaja dibesar-besarkan hanya untuk menghukum para kritikus.

Represi terhadap warga Rusia di beberapa negara menjadi lebih sering setelah tahun 2013 dan hal itu mendorong Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan beberapa peringatan resmi.

Para Diplomat meminta para pejabat maupun warga Rusia lainnya agar melakukan pengecekan sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.

Kemenlu Rusia mengimbau agar mereka mempelajari terlebih dahulu kemungkinan penahanan atau penangkapan yang bisa saja terjadi kepada mereka saat berada di negara-negara tujuan, atas permintaan layanan khusus Amerika Serikat (AS).

Selain itu, Kemenlu Rusia juga menyamakan beberapa kasus warga Rusia yang diserahkan ke AS oleh negara lain sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help