8 Orang Indonesia Lulusan SMA Diterima Bekerja Sebagai Pemagang di Pertanian Miyazaki Jepang

Asosiasi Pertanian Otsuka Kushima di Perfektur Miyazaki Jepang menerima 8 pemagang Indonesia rata-rata berusia 18 tahun dan baru lulus SMA.

8 Orang Indonesia Lulusan SMA Diterima Bekerja Sebagai Pemagang di Pertanian Miyazaki Jepang
Foto Miyanichi
Delapan pemagang Indonesia usia sekitar 18 tahun lulusan SMA terdiri dari empat pria dan empat wanita diterima magang di pertanian Kagoshima, Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Asosiasi Pertanian Otsuka Kushima di Perfektur Miyazaki Jepang menerima 8 pemagang Indonesia rata-rata berusia 18 tahun dan baru lulus SMA di Indonesia, masing-masing empat lelaki dan empat wanita.

"Mereka baru datang ke Jepang, kita terima tanggal 29 Agustus lalu," kata Kaminosono, Eksekutif Asosiasi Pertanian Otsuka Kushima kepada Tribunnews.com, Jumat (7/9/2018).

Delapan orang tersebut akan dibagi bekerja di tanah pertanian di Otsuka dan Naru Kushima Perfektur Miyazaki.

"Kita pertama kali menerima orang asing dan kebetulan ada tawaran pemagang dari Indonesia yang bisa berbahasa Jepang," lanjutnya.

Baca: Black Out Pertama Kali di Hokkaido Jepang, Kejahatan Muncul saat Listrik Padam

Awalnya para petani di sana kekurangan tenaga kerja meminta bantuan ke pihak asosiasi yang mencarikan tenaga kerja asing dan melalui calo tenaga kerja diperkenalkan pemagang kerja dari Indonesia langsung diambil dari berbagai daerah di Indonesia.

"Maaf saya tidak hafal dari daerah mana saja mereka tetapi dari banyak tempat di Indonesia dan sudah memiliki kemampuan bahasa Jepang N-5 serta akan mengambil ujian N-4 dalam waktu dekat ini," ungkapnya.

Mereka antara lain akan bekerja di pabrik pertanian untuk produk kentang manis, daun tembakau dan sebagainya.

Baca: Kronologis Suryana Kirim Pesan Ancaman Bom di RSI Sultan Agung Gara-gara Tak Segera Dilayani

"Semuanya akan bekerja selama tiga tahun hingga sekitar tahun 2021, pertama kali orang asing, sebelumnya tak ada tenaga kerja asing di sini," ungkapnya.

Mereka merekrut delapan orang tersebut karena bisa menuliskan sederhana katakana, hiragana dan kanji serta komunikasi sedikit bahasa Jepang, dan akan ditingkatkan kemampuan bahasa Jepang sedikit demi sedikit.

Para pemagang menggunakan kaos abu-abu hitam dan lambang bendera kedua negara di lengan kanannya, serta identitas namanya di bahu kiri, bertuliskan katakana, supaya semua orang Jepang mengetahui nama masing-masing.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved