Menteri Tenaga Kerja Jepang Kaget Jumlah Tenaga Difabel Meningkat di 27 Kementerian

Menteri Tenaga Kerja Jepang, Katsunobu Kato merasa kaget mendapat laporan jumlah tenaga kerja difabel meningkat di 27 lembaga pemerintah.

Menteri Tenaga Kerja Jepang Kaget Jumlah Tenaga Difabel Meningkat di 27 Kementerian
NHK
Katsunobu Kato (62), Menteri Tenaga Kerja Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Tenaga Kerja Jepang, Katsunobu Kato merasa kaget mendapat laporan jumlah tenaga kerja difabel (penyandang disabilitas) meningkat di 27 lembaga pemerintah (80 persen dari seluruh lembaga pemerintahan yang ada di Jepang).

"Kita akan membentuk komisi verifikasi minggu depan," kata menteri kelahiran Tokyo 22 November 1955 lulusan Universitas Tokyo Fakultas Ekonomi ini dalam jumpa pers kemarin seusai rapat kabinet bersama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Kementerian Tenaga Kerja mengumumkan bahwa per Juni 2017 jumlah karyawan difabel di berbagai kementerian pemerintahan Jepang sebanyak 3.460 orang, jumlah yang tidak sedikit dan berada di 27 lembaga pemerintahan Jepang.

Baca: Wakil Komandan Yonif Armed 15/105 Martapura Meninggal Usai Mobil yang Ditumpanginya Tabrak Truk

"Saya mau para ahli menyelidiki hal tersebut apakah memang dibutuhkan dan di mana ada kesalahan, apabila terjadi mengenai hal tersebut. Oleh karena itu para ahli dan pengacara dibentuk dan Selasa (11/9/2018) dimulai rapatnya yang pertama," tambahnya.

Penyelidikan akan dilakukan mengenai perlunya pada kasus-kasus tertentu kebutuhan tenaga difabel dan sekaligus akan mendengarkan personalia tiap badan pemerintah yang melakukan penambahan jumlah tenaga kerja difabel tersebut.

"Pemerintah juga akan melakukan survei terhadap 337 BUMN Jepang terkait mengenai tenaga kerja difabel di lembaga masing-masing," kata Kato.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help