BBC

Rantang emas pusaka dinasti Nizam dipakai makan oleh para pencurinya

Pencuri yang mencuri kotak makan emas bertatahkan berlian milik keluarga kerajaan, memakai hasil curiannya untuk makan, kata polisi India.

The lunchbox
BBC
Rantang pusaka berharga jutaan dolar

Pencuri yang mencuri kotak makan emas bertatahkan berlian milik keluarga kerajaan, memakai hasil curiannya untuk makan, kata polisi India.

Rantang tempat makan pusaka bernilai puluhan miliar rupiah yang dicuri pekan lalu, ditemukan bersama dengan cangkir teh bertatahkan merah delima dan emas, piring, dan sendok teh.

Dua pria terduga pencurinya, penduduk kota Hyderabad, telah ditangkap.

Barang-barang senilai US$7 juta (£5.4 juta), dulu milik Mir Osman Ali Khan, Nizam terakhir (raja) Hyderabad dan pernah menjadi orang terkaya di dunia.

Polisi memperkirakan kedua pria itu melarikan diri ke kota Mumbai dengan harapan mendapatkan pembeli untuk barang-barang curian itu dan bisa "hidup mewah" di sebuah hotel bintang lima selama beberapa hari.

Namun, mereka tidak dapat menemukan pembeli dan kembali ke Hyderabad. Di kota itu mereka ditangkap setelah polisi melancarkan perburuan besar-besaran.

Mir Osman Ali Khan
Getty Images
Mir Osman Ali Khan prnah menjadi orang terkaya di dunia.

Petugas awalnya kesulitan mengidentifikasi para perampok karena mereka mematikan seluruh 32 kamera CCTV di istana Nizam.

Namun, sebuah kamera di dekat istana merekam dua pria itu mengendarai sepeda motor. Polisi mengatakan mereka menemukan sepeda motor itu beberapa hari kemudian dan sesudah itu mereka bisa mengidentifikasi dua pencuri itu.

Barang-barang curian itu akan diserahkan kembali ke Museum Nizam.

Museum itu dibuka untuk umum pada tahun 2000, dan koleksinya terdiri dari berbagai hadiah mahal yang diberikan kepada Mir Osman Ali Khan pada tahun 1937.

Khan berkuasa di wilayah yang saat itu merupakan negara terbesar di India. Dia meninggal pada 1967.

Kekayaannya yang terkenal antara lain Berlian Yakub, batu mulia seukuran telur yang sangat terkenal di dunia, dan banyak perhiasan mewah lainnya.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help