BBC

Koalisi militer Amerika lancarkan 'serangan penghabisan' ke kawasan ISIS di Suriah

Satu aliansi milisi dukungan AS mulai melancarkan 'serangan penghabisan' yang dikatakan sebagai tahap akhir dari sebuah operasi untuk menumpas

Sebuah aliansi milisi dukungan Amerika mulai melancarkan 'serangan penghabisan' yang dikatakan sebagai tahap akhir dari sebuah operasi untuk menumpas kelompok Negara Islam (ISIS) dari Suriah timur laut.

Pasukan Demokrat Suriah melancarkan serangan darat pada hari Senin (10/09) terhadap militan jihadis di sekitar Hajin, sebuah kota di Lembah Sungai Efrat Tengah.

Koalisi internasional yang mendukung para pejuang Kurdi dan Arab mengatakan mereka memperkirakan terjadinya 'pertempuran sengit'.

Beberapa waktu lalu, AS memperkirakan bahwa ISIS masih memiliki sekitar 14.000 milisi di Suriah.

Sebagian besar diyakini berada di kawasan yang membentang ke timur dari sungai Eufrat ke perbatasan dengan Irak, sekitar 25 km dari Hajin, dan di daerah gurun di selatan dan Afghanistan tengah.

Antara 15.500 hingga 17.100 milisi diperkirakan berbasis di Irak, kendati ISIS tidak lagi sepenuhnya menguasai wilayah mana pun. Banyak pula yang bersembunyi di padang pasir barat yang luas.

Pada puncaknya pada tahun 2014, ISIS mendirikan 'kekhalifahan', yang membentang di sebagian Suriah dan Irak hingga luasnya hampir sama dengan Inggris dan memerintah lebih dari 7,7 juta orang.

Peta yang menunjukkan kontrol Suriah dan lokasi Hajin (3 September 2018)
BBC
Peta yang menunjukkan kontrol Suriah dan lokasi Hajin (3 September 2018)

Para petempur SDF melancarkan operasi untuk mengusir 'sisa-sisa' ISIS dari Hajin dan desa yang masih dikuasai ISIS di Provinsi Deir al-Zour setelah merebut daerah Baghuz dan Dashisha selama empat bulan terakhir.

Seorang komandan SDF yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya 15 milisi ISIS tewas pada hari pertama serangan Hajin.

"Bentrokan akan sengit di Hajin karena Daesh (ISIS) telah memperkuat posisi mereka, tetapi kami akan merebut (daerah itu)," tambah sang komandan.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved