BBC

Yang perlu diketahui dari Naomi Osaka, juara AS Terbuka: Perfeksionis pemalu hingga kakek yang tak suka tenis

Kakek Naomi Osaka pernah tak setuju dengan perkawinan orang tuanya karena alasan ras. Sang kakek juga tak senang Naomi menekuni tenis. Kini

Banyak yang memuji ketenangan Naomi Osaka, petenis berusia 20 tahun, saat tampil di babak final tunggal putri turnamen Grand Slam Amerika Serikat Terbuka melawan Serena Williams.

Ketika Williams melampiaskan kemarahan ke wasit, dengan menyebut wasit pencuri dan pembohong, Osaka tetap fokus dan menjuarai turnamen bergengsi ini.

Gangguan terjadi tak hanya saat pertandingan, tapi juga ketika digelar penyerahan trofi.

Osaka, yang menempati unggulan ke-20, harus menghadapi cercaan penonton, yang memaksanya menurunkan topi untuk menyembunyikan linangan air mata.

"Saya minta maaf karena pertandingan harus berakhir seperti ini," kata Osaka, masih sambil menangis.

Williams kemudian meminta para penonton tenang dan mengajak pendukung agar menghargai apa yang dicapai Osaka.

Perfeksionis yang pemalu

Ibunya orang Jepang sementara ayahnya berasal dari Haiti. Ia lahir di Jepang namun hampir sepanjang hidupnya tinggal di Amerika.

Nama Osaka melambung dalam beberapa bulan terakhir setelah untuk pertama kalinya juara di Indian Wells.

Dan kini, catatan prestasinya makin mengkilap setelah juara di AS Terbuka, mengalahkan idolanya ketika kecil, Serena Williams.

Ia meniti karier di dunia tenis profesional dengan tekun, sementara pada saat yang sama menghadapi stereotip tentang identitas dan ras.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help