Mantan Bos Kelompok Yakuza Jepang Terbitkan Buku 'Sekarat', Kisah Pengalamannya Selama Dipenjara

Goryu Okita, mantan pimpinan mafia Jepang dari kelompok Ohiragumi sukses menjadi penulis buku setelah mengundurkan diri empat tahun lalu.

Mantan Bos Kelompok Yakuza Jepang Terbitkan Buku 'Sekarat', Kisah Pengalamannya Selama Dipenjara
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Garyo Okita (42), mantan bos Yakuza dari Ohiragumi, dengan bukunya Sekarat atau Shinitai yang terbit 5 Agustus 2018. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Goryu Okita, mantan pimpinan mafia Jepang (yakuza) dari kelompok Ohiragumi--dalam kelompok generasi ke-5 Yamaguchigumi--sukses menjadi penulis buku setelah mengundurkan diri empat tahun lalu.

Buku pertamanya berjudul 'Pegawai Negeri Super Star Ikuno', kini sudah dalam edisi kedua penerbitan.

"Saya baru saja menerbitkan lagi buku terbaru Agustus lalu berjudul Shinitai atau Sekarat," kata Goryu Okita kepada Tribunnews.com sambil memperlihatkan bukunya.

Okita memiliki nama asli Toshiaki Sakita. Dia memiliki satu kakak wanita bekerja layaknya orang biasa.

"Sudah terbiasa dia menasihatkan saya saat saya sebagai yakuza. Tapi kini karena saya telah melepaskan diri dari yakuza, kehidupan saya menjadi tenang, semuanya welcome dalam keluarga," ungkapnya.

Okita terlibat sebagai yakuza mulai usia 20 tahunan dan pada usia 21 tahun masuk Uedagumi.

Baca: Pembangunan Sekolah Islam di Jepang Terkendala Masalah Pendanaan

"Saya waktu itu sangat bandel, namanya juga anak muda ya. Kemudian masuk penjara sampai usia 29 tahun," ujarnya.

Baru ke luar penjara 6 bulan, Okita sudah masuk penjara lagi sampai usia 34 tahun terlibat dalam tindak pidana 8 kasus salah satunya kasus pembunuhan.

Ke luar penjara Okita bekerja di sebuah restoran di Amagasaki tempat dibesarkannya. Okita lahir di Kota Itami Perfektur Hyogo.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help