Menteri Pertahanan Jepang Sesalkan Keberatan Korsel Atas penggunaan Bendera Angkatan Laut Jepang

Bendera di kapal laut Jepang adalah keharusan sesuai hukum dan kami sangat menyesalkan keberatan Korea Selatan

Menteri Pertahanan Jepang Sesalkan Keberatan Korsel Atas penggunaan Bendera Angkatan Laut Jepang
Richard Susilo
Upacara menaikkan bendera Jepang di kapal laut MSDF (Maritime Self-Defence Force) Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri pertahanan Jepang Takeshi Iwaya (61) menyesalkan keberatan pihak Korea Selatan atas penggunaan bendera Angkatan Laut Jepang yang dianggap mirip bendera saat perang dunia kedua.

"Bendera di kapal laut Jepang adalah keharusan sesuai hukum dan kami sangat menyesalkan keberatan Korea Selatan terhadap penggunaan bendera tersebut untuk festival angkatan laut di Korea Selatan," papar Iwaya Jumat ini (5/10/2018).

Festival angkatan laut bersama itu rencana  dijadwalkan digelar pada 10 sampai 14 Oktober mendatang di Korea Selatan. Dengan keberatan tersebut praktis angkatan laut Jepang tidak akan bisa berpartisipasi ke dalamnya.

 Bendera Matahari Terbit atau Kyokujitsu-ki digunakan sejak dulu oleh angkatan laut Jepang sebelum dan saat perang dunia kedua. Lalu disahkan sebagai bendera Maritime Self-Defence Force (pasukan bela diri maritim Jepang) sejak tahun 1954 dan di Undangkan secara resmi.

Pihak Korea Selatan keberatan karena dianggap mencerminkan penjajahan Jepang di saat perang dunia kedua sehingga sedikitnya 250 petisi keberatan diterima Presiden Korsel meminta agar kapal laut Jepang tidak menggunakan bendera matahari terbit tersebut.

Di dalam negeri Jepang pun penggunaan bendera tersebut sebagai perbedaan antara kapal laut biasa milik swasta atau non angkatan laut Jepang dengan kapal laut milik angkatan laut Jepang.

Kapal laut biasa menggunakan bendera Jepang biasa. Sedangkan kapal laut MSDF tersebut menggunakan bendera matahari terbit yang dipakai sejak lama itu.

Dengan demikian Identitas tersbeut dengan jelas dan mudah dikenali di tengah laut lepas, mengidentifikasi kapal laut biasa Jepang atau kapal laut milik MSDF.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help