Gempa di Sulteng

Miliarder Asal Jepang Yusaku Maezawa Sampaikan Dukacita Bagi Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Yusaku Maezawa, turis pertama yang akan ke bulan tahun 2023 ikut prihatin dan menyampaikan duka cita atas bencana alam yang terjadi di Indonesia.

Miliarder Asal Jepang Yusaku Maezawa Sampaikan Dukacita Bagi Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Yusaku Maezawa, turis pertama yang akan ke bulan tahun 2023 ikut prihatin dan menyampaikan duka cita atas bencana alam yang terjadi di Indonesia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Yusaku Maezawa, seorang milirder asal Jepang ikut prihatin dan menyampaikan dukacita atas bencana alam yang terjadi di Indonesia.

"Saya ikut prihatin dan duka cita sedalamnya atas bencana alam yang terjadi di Indonesia," ungkap Maezawa khusus kepada Tribunnew.com dalam jumpa pers, Selasa (9/10/2018) di klub wartawan asing Jepang (FCCJ).

Yusaku Maezawa dikenal sebagai miliarder asal Jepang sekaligus kolektor seni.

MAezawa akan menjadi turis pertama yang akan ke bulan pada tahun 2023 mendatang.

Maezawa juga mengaku melihat berbagai bencana bukan hanya di Jepang tetapi juga di luar Jepang.

"Kita perhatikan semua hal itu dan berusaha mencari mana yang bisa saya bantu. Memang benar keseimbangan sangatlah penting untuk kehidupan kita, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat," tambahnya.

Baca: Sutopo: Gempa 5,2 SR di Palu dan 4,8 SR di Bulukumba Tak Menimbulkan Dampak, Foto yang Beredar Hoaks

Bagi Maezawa membantu bencana alam bukan hanya dengan menyumbangkan sejumlah uang.

"Kalau cuma bantu sejumlah uang saya rasa akan habis begitu saja. Tapi saya ingin membuat orang-orang smile agar bahagia sebanyak mungking, jadi mungkin perlu kita pikirkan cara membantunya," kata dia.

Maezawa yang belum memutuskan kategori seniman yang akan diundang menekankan kembali pentingnya keseimbangan hidup lahir batin dan juga bisa berguna bagi orang lain.

"Oleh karena itu perlu dipikirkan dengan baik berbagai upaya menciptakan keseimbangan tersebut," ujarnya.

Baca: Sang Ayah Kaget Putrinya yang Masih SMA Sering Muntah-muntah, Ternyata Sudah Hamil 2 Bulan

Maezawa juga ingin agar namanya dipanggil MZ karena banyak orang asing yang sulit untuk menyebut nama Maezawa.

"Sebut saja MZ biar mudah," kata dia.

Maezawa juga menyatakan bahwa seni adalah universal.

"Meskipun ada beda bahasa tetapi saya suka sekali seni, rasanya dengan seni kita bisa berkomunikasi satu sama lain meskipun beda bahasa. Tentu saja untuk ke luar angkasa saya harus belajar Bahasa Inggris lebih baik lagi supaya bisa berkomunikasi dengan para artis lainnya. Belum diputuskan siapa saja dan dari negara mana yang akan saya undang," kata dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help