Sinterklas dan Ninja Tampil Bersama di Jepang Ramaikan Saga Santa Summit 2018

Pelatihan dengan mempelajari bagaimana menggiring "rusa" yang dikendarai Sinterklas menuju ke tempat bagi-bagi hadiah.

Sinterklas dan Ninja Tampil Bersama di Jepang Ramaikan Saga Santa Summit 2018
Richard Susilo
Sinterklas dan Ninja tampil di kota Narashino kemarin (9/10/2018) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS Tokyo - Sampai dengan besok (10/10/2018) kota Saga di Jepang sedang melakukan pertemuan internasional "Saga Santa Summit 2018" para sinterklas dunia yang tergabung ke dalam Asosiasi Sinterklas Internasional Greenland.

"Berbagai pelatihan dilakukan di Saga oleh para sinterklas dunia resmi sebanyak 15 orang termasuk satu sinterklas dari Jepang, Yamamoto," ungkap panitia pertemuan kepada Tribunnews.com kemarin (9/10/2018).

Pertemuan di Saga Arita karena sebagai tempat kelahiran porselen Jepang terbaik di Jepang dan berharap porselin tersebut bisa menjadi hadiah bagi para sinterklas dibagikan ke berbagai penjuru dunia.

Pelatihan dengan mempelajari bagaimana menggiring "rusa" yang dikendarai Sinterklas menuju ke tempat bagi-bagi hadiah.

Mereka pun para sinterklas berjalan-jalan wisata ke berbagai lokasi yang ada di Jepang.

Para sinterklas bersertifikasi resmi itu antara lain 3 orang dari Norwegia, satu dari Amerika Serikat, dua dari Denmark, dua dari Perancis, satu dari Inggris, tiga dari Kanada, dua dari Hong Kong dan satu orang resmi dari Jepang, Yamamoto yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.

Setelah tiba di haneda Tokyo mereka berangkat dengan ANA 981 ke kota Saga Jepang.

Dengan pakaian sinterklas sementara selalu terdengar suara "Ohohhohho", mulai check-in counter, kemudian, meninggalkan inspeksi keselamatan, dipindahkan ke gerbang asrama penerbangan ke pesawat ANA981, para sinterklas memang menjadi day atarik para pengunjung bandara dan penumpang pesawat tersebut.

Sinterklas dari Jepang Yamamoto menyambut mereka semua dan menjadi pemandu selama di para sinterklas dunia berada di Jepang.

Olehkarena di Arita banyak cerobong asap, menjadi menarik sebagai praktek memanjat cerobong asap.

Kemudian di Ureshino mereka bertemu dengan ninja bisa "menghilang" berpenampilan bersama di panggung menjadi satu perhatian yang sangat menarik.

Satu perpaduan budaya barat dengan Sinterklasnya, bisa diramu jadi satu penampilan umum kepada masyarakat penonton dikawinkan dengan budaya Jepang "Ninja" ternyata membuat banyak penonton tertawa terbahak-bahak sangat terhibur dengan kehadiran mereka ini.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help