Sambutan Pemimpin Badan Dana Moneter Internasional di Seminar Bali

Berikut sambutan yang disampaikan Christine Lagarde, Direktur Pelaksana IMF hari Rabu ini (19/10/2018) di Bali.

Sambutan Pemimpin Badan Dana Moneter Internasional di Seminar Bali
News18
Christine Lagarde, Direktur Pelaksana IMF 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS Tokyo - Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti perdagangan global yang semakin panas dewasa ini dan berusaha meningkatkan pertumbuhan perdagangan global bagi kita semua.

Berikut sambutan yang disampaikan Christine Lagarde, Direktur Pelaksana IMF hari Rabu ini (19/10/2018) di Bali.

Yang Terhormat Direktur Jenderal Azevedo, Presiden Kim, Bapak Jenderal Gurría, hadirin sekalian: suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut Anda, atas nama IMF, pada konferensi gabungan kami tentang perdagangan global.

Izinkan saya memulai dengan mengutip Adam Smith, yang pernah mengatakan: “ Perniagaan, yang secara alamiah seharusnya menjadi ikatan persatuan dan persahabatan antara bangsa, juga antar manusia, kini telah menjadi sumber perselisihan dan permusuhan yang subur.”

Kalimat dari The Wealth of Nations ini bisa saja ditulis hari ini—kata-kata ini mengingatkan bahwa membangun sistem perdagangan yang lebih baik sesungguhnya tidak pernah menjadi hal yang mudah.

Generasi pembuat kebijakan hari ini akan dinilai dari kemampuan mereka untuk menciptakan ikatan persatuan dan persahabatan yang langgeng, sistem perdagangan yang baik bagi semua. Bagaimana? Saya lihat ada tiga prioritas:

Pertama—kita perlu bekerja bersama untuk melakukan deeskalasi sengketa dagang yang ada saat ini dan masuk ke dalam diskusi yang konstruktif. Di sini saya sangat berharapan karena terdapat ada keinginan untuk memperbaiki dan memperluas perdagangan.

Ingat saja derasnya diskusi pembuka dan proposal untuk memperkuat WTO [1] . Atau ingat segala kesepakatan dagang yang baru, seperti TPP-11 dan kesepakatan Afrika, dan kemajuan yang dicapai dalam perjanjian AS-Meksiko-Kanada. Maka mari kita gunakan momentum tersebut untuk mengubah ketegangan menjadi hubungan baik yang harmonis kembali.

Kedua—kita perlu bergandeng tangan untuk memperbaiki dan memodernkan sistem perdagangan global, bukan merusaknya . Ini artinya kita perlu melihat efek distorsi dari subsidi pemerintah, meningkatkan penegakan hak kekayaan intelektual, dan mengambil langkah untuk menjamin kompetisi yang efektif untuk menghindari posisi dominasi pasar yang berlebihan.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help