Peristiwa Olimpiade Tokyo 1964 Baru Terungkap Setelah 54 Tahun Berlalu

Pelari nasional Jepang, pembawa obor Olimpiade 1964 di Tokyo, Yoshinori Sakai dikerumuni para atlet asing saat membawakan obor olimpiade.

Peristiwa Olimpiade Tokyo 1964 Baru Terungkap Setelah 54 Tahun Berlalu
Istimewa/Richard Susilo
Pelari Yoshinori Sakai yang membawa obor saat pembukaan Olimpiade 1964 di Tokyo dikerumuni para atlet asing antara lain dari Argentina sebelum menuju kaldron api Olimpiade di sebelah kanannya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pelari nasional Jepang, pembawa obor Olimpiade 1964 di Tokyo, Yoshinori Sakai dikerumuni para atlet asing saat membawakan obor olimpiade.

Peristiwa ini menjadi pertanyaan banyak orang dan baru sekarang terjawab alasan para atlet asing mengerumuni Sakai.

"Kita sangat ingin tahu sekali seperti apa tokoh pembawa obor Olimpiade yang lahirnya satu setengah jam setelah jatuhnya bom atom di Hiroshima 6 Agustus 1945 itu," kata Maria Formeiro (73), atlet lari Argentina kepada NHK, Rabu (10/10/2018).

Atlet Male Hose (74) menyampaikan hal serupa kepada NHK.

"Kita benar-benar sangat trenyuh simpati sekali melihatnya. Ingin tahu sekali orangnya seperti apa yang lahir di tengah jatuhnya bom atom di Hiroshima. Jadi momen tersebut jelas tak dapat kita lupakan semua," ungkap pemain sepakbola Argentina Hose tersebut.

Ternyata itulah jawabannya setelah 54 tahun yang selama ini menjadi tanda tanya banyak orang Jepang mengapa atlet asing mengerumuni pembawa obor Sakai tersebut sebelum menaiki tangga ke kanan menuju kaldrom api Olimpiade.

Sakai adalah warga Jepang yang lahir di Hiroshima, tepat satu setengah jam setelah bom atom pesawat terbang Amerika Serikat jatuh di Kota Hiroshima.

Deretan atlet Jepang jauh dari lokasi Sakai menuju kaldron api Olimpiade.

Baca: Cerita Relawan Evakuasi Korban di Palu, Bermodal Helm Sepeda hingga Ikut Merasakan Gempa

Sedangkan barisan tim Argentina yang paling dekat dengan posisi menaiki tangga kaldron tersebut.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help