Belajar Dari Jepang, BPJS Ketenagakerjaan Berusaha Sejahterakan Rakyat Lewat Sosialisasi Jemput Bola

Saat ini menurutnya baru sekitar 50 juta manusia pekerja Indonesia yang berpartisipasi ke dalam BPJS.

Belajar Dari Jepang, BPJS Ketenagakerjaan Berusaha Sejahterakan Rakyat Lewat Sosialisasi Jemput Bola
Richard Susilo
M. Krishna Syarif Direktur BPJS Ketenagakerjaan Indonesia 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

 TRIBUNNEWS.COM, Tokyo - BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ) ketenagakerjaan bukan hanya untuk pekerja perusahaan tetapi juga untuk masa tua individual Indonesia dan kini menargetkan kalangan UKM (usaha kecil menengah) di Indonesia.

"Perusahaan besar di Indonesia umumnya sudah mature mengikuti Program BPJS Ketenagakerjaan dengan para pekerjanya didaftarkan kepada kami. Namun individual juga jadi target kami, serta UKM yang jumlahnya sangat besar di Indonesia saat ini," papar Krishna Syarif, Direktur BPJS ketenagakerjaan Indonesia khusus kepada Tribunnews.com sore ini (7/11/2018).

Krishna juga berharap adanya dukungan dari media di Indonesia untuk ikut bersama mensosialisasikan asuransi pensiun dan hari tua BPJS agar semakin banyak yang sadar pentingnya asuransi ini bagi dirinya di masa tua nanti.

"Pemahaman asuransi pensiun dan hari tua ini benar-benar harus kita tanamkan ke semua rakyat Indonesia. Betapa penting untuk hari tua mereka yang sekaligus memiliki banyak manfaat bagi kehidupannya nanti serta akhirnya ikut memberikan sumbangan positif bagi pembangunan bangsa dan negara apabila partisipasi ini dilakukan semua orang."

Saat ini menurutnya baru sekitar 50 juta manusia pekerja Indonesia yang berpartisipasi ke dalam BPJS.

Diyakini Krishna jumlah tersebut masih bisa lebih banyak lagi karena mungkin masih banyak yang belum mengerti pentingnya asuransi BPJS ini.

"Saat di Tokyo ini saya berusaha bertemu berbagai pihak untuk membicarakan kemungkinan kerjasama dan belajar lebih lanjut mengenai asuransi serupa yang dilakukan oleh Jepang. Ternyata banyak yang bisa kita pelajari dari Jepang karena ternyata warganya sudah well aware mengenai perlu dan penting dirinya ter cover asuransi pensiun dan hari tua sehingga tak masalah asuransi serupa BPJS di Jepang saat ini," ungkapnya lagi.

Krishna yang sudah puluhan kali ke Jepang juga melihat begitu tertibnya dan patuh warga Jepang mengikuti semua aturan yang ada sehingga pada akhirnya semua usah adan asuransi jaminan hari tua serta pensiun berjalan lancar.

"Di Indonesia meskipun sudah ada perundangan dan berbagai aturan mengenai BPJS masih saja banyak orang yang belum mengerti apa manfaatnya. Itulah sebabnya kita perlu lebih banyak dan lebih luas lagi melakukan sosialisasi sampai ke akar masyarakat."

Tidak heran BPJS banyak melakukan pula kerjasama dengan berbagai bank Pemerintah yang diharapkan dapat juga ikut membantu mensosialisasikan BPJS sampai ke pelosok desa sekali pun.

"Apabila rakyat kita sadar akan manfaat dan perlunya ikut BPJS yang milik Pemerintah ini, pasti semua akan diuntungkan, bukan hanya dirinya sendiri saja, masyarakat keseluruhan bahkan negara pun bisa lebih tenang dalam mensejahterakan rakyatnya karena tiap anggota masyarakat sendiri yang pada akhirnya menerima kesejahteraan bagi masa tuanya."

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved